Tak Diundang ke Pertemuan di Maroko, Fifpro Tuduh FIFA Bikin Serikat Pemain Palsu

AKURAT.CO, FIFA dituduh membuat serikat pesepakbola “palsu” untuk menghalangi tuntutan serikat pesepakbola resmi yang sudah ada saat ini, Federasi Internasional Asosiasi Sepakbola Profesional atau Fifpro.
Fifpro menuduh FIFA menciptakan organisasi yang lebih bersahabat dengan mereka untuk melakukan konsultasi alih-alih berbicara dengan asosiasi pesepakbola yang sudah ada saat ini.
Menurut Fifpro, praktik ini sama dengan yang digunakan FIFA terhadap agen dan suporter. Menurut Fifpro, pola aksi FIFA ini “mengkhawatirkan”.
Baca Juga: Piala Dunia Usai, Pemain Bersiap Diterkam Jadwal Padat Kompetisi Inggris
Tuduhan ini muncul setelah FIFA menggelar pertemuan di Rabat, Maroko, untuk membicarakan kesejahteraan pemain akhir pekan lalu. Fifpro mengaku tak diundang dalam pertemuan tersebut.
“Adalah berita buruk ketika alih-alih bersama dengan orang-orang yang dipilih untuk menjadi suara para pemain, otoritas memutuskan untuk memilih mereka yang mereka suka untuk diajak duduk bersama,” kata Pemimpin Eksekutif Fifpro, Maheta Molango, sebagaimana dipetik dari BBC.
FIFA mengatakan bahwa pertemuan di Rabat dihadiri oleh perwakilan dari 30 serikat pesepakbola nasional dan anggota kelompok eks pemain yang menjadi penasehat bikinan FIFA.
Pertemuan yang diinisiasi FIFA salah satunya menghasilkan pembentukan Forum Konsultasi Pemain Profesional. Mereka juga membahas dukungan terhadap tuntutan minimal 72 jam istirahat antar pertandingan dan 21 hari selama jeda musim.
Baca Juga: Tegaskan Sikap, UEFA Ancam Boikot Rencana Piala Dunia 2 Tahunan
“Kami tetap berkomitmen untuk peningkatan kesejahteraan dan kondisi kerja pemain meningkat di seluruh dunia dengan meningkatkan tindakan konkret dan bermakna dengan sebuah pandangan untuk meningkatkan sepakbola untuk masa depan,” kata Presiden FIFA, Gianni Infantino, sebagaimana dipetik dari BBC.
Isu kesejahteraan dan kondisi pemain menjadi pembahasan utama dalam setahun terakhir. Terutama Fifpro sebagai lembaga terdepan yang mengkritik padatnya jadwal pertandingan dalam semusim terakhir.
Salah satunya yang paling dikritik oleh Fifpro adalah Piala Dunia Antarklub yang diikuti 32 tim pada Juni-Juli silam.
Gelandang Manchester City, Rodri, adalah salah satu pemain terkemuka yang bicara soal ini. Tahun lalu, Rodri menyebut bahwa pemain sudah mulai membicarakan soal boikot terhadap FIFA sebagai bentuk protes.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 4Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 520 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 6Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 7Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 8Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026







