Gianni Infantino Kecam Sikap Pelatih Senegal di Final Piala Afrika, Pemain Membantah

AKURAT.CO, Insiden di final Piala Afrika 2025 masih menyisakan perdebatan. Presiden FIFA, Gianni Infantino, mengecam situasi pada laga Senegal vs Maroko tersebut dengan ungkapan “adegan yang buruk”.
Pun demikian, kubu Senegal yang menjadi juara dengan mengalahkan Maroko dengan skor 1-0 di Stadion Pangeran Moulay Abdellah, Rabat, Maroko, Minggu (18/1) atau Senin dini hari WIB, itu tak sependapat.
“Kami tidak setuju,” kata Pelatih Tim Nasional Senegal, Pape Thiaw, sebagaimana dipetik dari BBC.
Kontroversi terjadi ketika Pape Thiaw memerintahkan pemainnya meninggalkan lapangan dan berkumpul di area bench tak lama setelah wasit Jean-Jacques Ndala memberikan penalti untuk Maroko di menit ke-90+8.
Baca Juga: Diwarnai Aksi Walk-Out, Senegal Juara Piala Afrika dengan Kalahkan Tuan Rumah Maroko!
Pape Thiaw merasa diperlakukan tak adil karena beberapa menit sebelumnya wasit menganulir gol Ismaila Sarr tanpa memeriksa VAR. Pertandingan diundur selama 17 menit karena peristiwa itu.
Setelah laga diteruskan Brahim Diaz yang melakukan eksekusi penalti namun gagal mencetak gol. Pertandingan dilanjutkan ke perpanjangan waktu dan Senegal mencetak gol tunggal kemenangan melalui Pape Ndiaye di menit ke-94.
“Kami merasakan ketidakadilan. Sebelum penalti kami pikir kami mendapatkan gol dan wasit tidak menggunakan VAR,” kata Pape Ndiaye.
“Sadio (Mane) bilang kepada kami untuk kembali (ke lapangan) dan kami bergerak . Edouard (Mendy) kemudian melakukan penyelamatan (penalti Diaz), kami fokus, mendapatkan gol dan memenangi pertandingan.”
Baca Juga: Piala Afrika: Tuan Rumah Maroko Tantang Senegal di Partai Puncak, Achraf Hakimi vs Sadio Mane
Gianni Infantino sendiri mengucapkan selamat atas kemenangan Senegal dan memuji Maroko sebagai tuan rumah yang luar bisa untuk Piala Afrika tahun ini. Namun, dia tetap mencatat sejumlah hal dari peristiwa di Rabat tersebut.
“Tidak bisa diterima meninggalkan lapangan dengan sikap seperti ini, dan itu setara dengan kekerasan yang tidak boleh ditoleransi dalam cabang olahraga kita, itu tidak benar,” kata Infantino.
Kemenangan Senegal atas Maroko tahun ini merupakan gelar kedua mereka di Piala Afrika setelah yang pertama pada 2021. Adapun Maroko gagal menghapus puasa gelar sejak gelar pertama pada edisi 1976.
Sementara itu, Nigeria menjadi juara ketiga setelah mengalahkan Mesir melalui adu penalti dalam duel perebutan tempat ketiga di Casablanca, sehari sebelum final di Rabat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 3Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 4Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








