Skandal di Thailand! Villa 2000 'Dipaksa' Gugur Akibat Intimidasi, Coach Olay: Sepakbola Usia Dini Mereka Memalukan!

AKURAT.CO, Kabar pahit datang dari ajang sepakbola usia dini internasional, CCFA Football Youth Cup 2026. Wakil Indonesia, Villa 2000, harus tersingkir secara kontroversial di babak 16 besar setelah panitia penyelenggara dianggap "menyerah" pada tekanan intimidasi suporter tuan rumah.
Bertanding di Jaifa Stadium, Lopburi, Thailand, Minggu (25/1/2026), laga antara Villa 2000 melawan Suphanburi Sports School dihentikan secara sepihak saat pertandingan masih menyisakan waktu sekitar 15 menit.
Keputusan sepihak diambil panitia dengan menetapkan Suphanburi Sports School sebagai pemenang dengan skor 1-0. Hal ini terjadi setelah oknum suporter dan ofisial dari tim Islamic College of Thailand (lawan yang sebelumnya dikalahkan Villa 2000 di fase grup) melakukan intimidasi dan merangsek masuk ke lapangan.
Baca Juga: Lewat Laga Dramatis, Villa 2000 Pastikan Tiket 16 Besar CCFA Football Youth Cup Thailand
Pelatih Villa 2000, Romario Fabianus Garcia atau yang akrab disapa Coach Olay, menegaskan bahwa tim tidak melakukan walk out (WO). Sebaliknya, panitialah yang tidak mampu mengendalikan situasi keamanan.
"Kita bukan WO, tapi panitia tidak melanjutkan pertandingan. Mereka takut dengan intimidasi pihak lawan. Kami ingin pertandingan lanjut, tapi panitia menyerah dengan tuntutan sang intimidator," tegas Coach Olay kepada Akurat.co.
Berdasarkan catatan tim, laga dihentikan pada menit ke-43. Dengan format 2x25 menit dan istirahat sepuluh menit, seharusnya masih ada sisa waktu sekitar 16 menit bagi Villa 2000 untuk mengejar ketertinggalan. Namun, peluit panjang justru ditiup lebih awal demi mengakomodasi tekanan.
Siap Lapor ke KBRI
Perlakuan diskriminatif ini memicu kekecewaan mendalam bagi tim asal Tangerang Selatan tersebut. Mengingat status mereka sebagai tim undangan, perlakuan ini dianggap telah mencederai sportivitas internasional.
"Sepakbola usia dini Thailand sungguh memalukan. Kami benar-benar diintimidasi dan tidak ada satu pun pihak, termasuk panitia, yang netral. Saya pribadi sangat menyesali anak-anak saya diperlakukan seperti ini," lanjut Olay dengan nada geram.
Atas kejadian ini, manajemen Villa 2000 berencana melaporkan kejadian tidak menyenangkan tersebut kepada Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Thailand untuk mendapatkan perlindungan dan keadilan.
Rentetan Intimidasi Sejak Fase Grup
Intimidasi kedua ini disinyalir merupakan buntut dari laga fase grup sebelumnya, di mana Villa 2000 sukses menyingkirkan Islamic College of Thailand dengan skor 1-0.
Saat itu, laga juga sempat memanas karena pemain lawan bermain kasar dan suporter mereka melakukan teror mental dengan menunjukkan senjata api kepada tim ofisial Villa 2000 hingga masuk ke area pertandingan.
Meski saat itu panitia tetap mengesahkan kemenangan Villa 2000, di babak 16 besar panitia justru berbalik arah dan memberikan keputusan yang merugikan wakil Indonesia.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak CCFA Football Youth Cup terkait keputusan yang menghentikan langkah Villa 2000 di turnamen tersebut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









