Kemenpora Lepas Garuda Muda U-12 dan U-13 ke Bangkok untuk Pengalaman Internasional

AKURAT.CO, Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) resmi melepas keberangkatan dua tim sepak bola pelajar, Garuda Muda Indonesia, untuk berlaga di ajang internasional.
Tim kelompok usia (KU) 12 dan 13 tahun ini bakal bertolak ke Bangkok, Thailand, guna menguji nyali melawan talenta muda dari berbagai negara Asia Tenggara.
Seremoni pelepasan berlangsung khidmat di Media Center Kemenpora, Senayan, Jakarta, Senin (2/2).
Baca Juga: Sepakbola Putri Usia Dini Mulai Dilirik, SSB di Semarang Ramai Buka Kelas Putri
Sekretaris Menpora (Sesmenpora), Gunawan Suswantoro, hadir langsung untuk memberikan motivasi kepada para tunas bangsa tersebut sebelum bertolak ke Negeri Gajah Putih.
Dalam sambutannya, Gunawan Suswantoro menaruh harapan besar agar kompetisi ini menjadi kawah candradimuka bagi para pemain sebelum nantinya menembus skuad Garuda di masa depan.
"Saya mendoakan agar dari dua tim ini nanti ada pemain-pemain yang bisa masuk ke Tim Nasional Indonesia," ujar Gunawan di hadapan awak media.
Gunawan menekankan pentingnya membangun jejaring internasional sejak dini. Menurutnya, berinteraksi dengan atlet dari negara lain akan membentuk karakter dan kemampuan komunikasi para pemain.
"Hubungan bilateral atau komunikasi dengan negara lain itu menjadi penting supaya suatu saat nanti, ketika mereka menjadi pejabat atau tokoh, sudah tidak kaku lagi. Itu inti (pembinaannya) ke sana," tambahnya.
Kedua tim dijadwalkan mentas di ajang Bangkok International Youth Football Festival 2026 pada 7–8 Februari mendatang. Sebanyak 24 atlet pelajar dan enam ofisial tim diberangkatkan melalui jalur mandiri dengan dukungan sponsor.
Negara tetangga seperti Singapura, Filipina, Brunei Darussalam, hingga Malaysia dipastikan bakal menjadi pesaing tangguh bagi Garuda Muda dalam turnamen level Asia Tenggara ini.
Pelatih tim, Sapran Oktari, mengungkapkan bahwa pihaknya tidak membebani anak asuhnya dengan target juara yang muluk-muluk.
Fokus utama tim adalah memberikan pengalaman bertanding di level internasional yang tidak didapatkan di kompetisi domestik.
"Pengalaman anak-anak bisa bermain di luar negeri itu yang utama. Selama ini, bagi mereka yang berangkat, hal paling istimewa adalah membawa pulang jalur prestasi untuk keperluan sekolah mereka," jelas Sapran.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 7BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








