Dituding Laporkan Timnas Malaysia ke FIFA, Erick Thohir: Maaf, Kelas Saya Bukan di Situ

AKURAT.CO, Ketua Umum PSSI yang juga Menteri Pemuda dan Olahraga, Erick Thohir, membantah keras tudingan media Malaysia yang menyebut dirinya melaporkan Tim Nasional Malaysia ke FIFA terkait skandal naturalisasi.
Erick Thohir menegaskan bahwa kabar yang beredar di Negeri Jiran tersebut sepenuhnya tidak benar alias hoaks.
Ia heran dengan tuduhan tersebut dan menekankan bahwa fokusnya saat ini adalah membangun kualitas sepakbola Indonesia agar bisa bersaing di level dunia, bukan mengintervensi urusan negara lain.
Baca Juga: Krisis Sepak Bola Malaysia Memburuk, Seluruh Komite Eksekutif FAM Mengundurkan Diri
"Tadi saya sudah bilang secara halus, saya rasa buat apa kita mengintervensi kemajuan negara lain? Ya, tidak benar pastinya," ujar Erick Thohir saat ditemui awak media di Kemenpora, Jakarta, Jumat (20/2).
Mantan Presiden Inter Milan itu menambahkan, alih-alih saling menjatuhkan sesama negara Asia Tenggara, ia justru mendorong adanya persaingan sehat untuk meningkatkan kualitas sepakbola di kawasan regional.
Menurutnya, standar sepakbola Asia harus terus dipacu agar mampu mengejar ketertinggalan dari negara-negara Eropa maupun Amerika Latin.
"Saya mohon maaf, kelasnya enggak di situ. Justru kita mendorong bagaimana persaingan itu terus ditingkatkan di Asia Tenggara dan sekitarnya supaya kita sendiri bisa meningkatkan kualitas kita," tegas Erick.
Ia menilai kemajuan negara-negara tetangga justru menjadi motivasi bagi Indonesia untuk ikut berkembang. Sinergi dan rivalitas yang positif di Asia dianggap lebih penting daripada melakukan tindakan diplomasi negatif di level internasional.
Selain menanggapi isu dari Malaysia, Erick memberikan komentar singkat terkait insiden kerusuhan suporter yang melibatkan Persib Bandung baru-baru ini.
Ia memilih untuk bersikap hati-hati dan menunggu hasil evaluasi resmi dari pihak berwenang. Erick menyatakan bahwa kejadian serupa harus terus diantisipasi agar tidak mencoreng citra sepakbola nasional di mata internasional.
"Kita tunggu dari AFC sendiri seperti apa penilaiannya. Tentu itu ada wilayah yang lebih tinggi lagi, saya tidak mau berkomentar sebelum sanksinya nyata," katanya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








