Imbas Ucapan 'Inggris Dikoloni Imigran', Bos MU Sir Jim Ratcliffe Bakal Dihukum FA?

AKURAT.CO, Salah satu pemilik Manchester United (MU), Sir Jim Ratcliffe, memicu kontroversi dengan pernyataannya yang menyebut bahwa Inggris “dikolonisasi” oleh para imigran.
Pernyataan yang disampaikannya dalam wawancara dengan Sky News, Rabu (11/2), itu dianggap berpotensi melanggar regulasi kesepakbolaan Inggris.
Kini, Sir Jim Ratcliffe berpeluang untuk mendapatkan sanksi dari Asosiasi Sepakbola Inggris (FA).
Adapun MU tampaknya berusaha menjaga jarak dari pernyataan konglomerat berusia 73 tahun itu.
Baca Juga: Bos MU Jim Ratcliffe Sebut Inggris “Dikolonisasi Imigran”, Publik dan Politisi Bereaksi Keras
Dalam wawancara dengan Sky News, Ratcliffe juga mengutip data yang salah untuk memperkuat pandangannya bahwa Inggris kini dikuasai oleh para imigran.
“Anda tidak bisa memiliki ekonomi (yang baik) dengan sembilan juta orang yang diuntungkan dan level besar imigran yang masuk. Maksudnya saya, Inggris dikolonisasi. Itu menghabiskan terlalu banyak uang,” kata Ratcliffe.
“Inggris dikolonisasi oleh imigran, bukan? Maksud saya, populasi Inggris 58 juta pada 2020, kini 70 juta. Itu 12 juta orang (adalah imigran).”
Sementara itu, Lembaga Statistik Nasional Inggris memperkirakan populasi Inggris pada 2020 sebanyak 67 juta dan menjadi 70 juta pada pertengahan 2024.
Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, menentang pernyataan Ratcliffe dengan istilah “menyinggung dan salah”. Ia bahkan meminta pemilik perusahaan bahan kimia Ineos itu meminta maaf.
Baca Juga: Sir Jim Ratcliffe: Beberapa Pemain MU tak Cukup Bagus dan Digaji Berlebihan
“Inggris adalah negara yang beragam, toleran, dan bergengsi. Jim Ratcliffe harus meminta maaf.”
Hal senada juga disampaikan Pelatih Manchester City, Pep Guardiola. Menurutnya, masyarakat akan menjadi lebih baik jika bisa menerima orang-orang yang datang dari latar belakang budaya berbeda.
“Kebanyakan orang lari dari negara mereka karena masalah di negara mereka, bukan karena mereka ingin pergi,” kata Guardiola.
“Semakin kita merangkul budaya lain, benar-benar merangkulnya, maka kita akan memiliki masyarakat yang lebih baik, saya tidak ragu soal itu.”
Ratcliffe sendiri sudah merespons kritik terhadapnya. Ia meminta maaf dan menyebut bahwa pernyataan tersebut ditujukan untuk menyelesaikan persoalan manajemen imigrasi.
“Maaf kalau pilihan bahasa saya menyinggung beberapa orang di Inggris dan Eropa karena menimbulkan kekhawatiran,” kata Ratcliffe.
“Tetapi penting untuk mengangkat isu mengendalikan dan mengatur dengan baik imigrasi yang mendukung pertumbuhan ekonomi.”
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 7BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal







