Dihukum Komdis PSSI Usai Kritik Wasit, Asisten Manajer Malut United Singgung Andre Rosiade

AKURAT.CO, Komite Disiplin PSSI menjatuhkan sanksi kepada asisten manajer Malut United, Asghar Saleh. Ia dilarang beraktivitas dalam kegiatan sepakbola Indonesia selama tiga bulan.
Sanksi tersebut diputuskan setelah sidang Komdis PSSI pada 12 Februari 2026. Hukuman berkaitan dengan unggahan media sosial yang dinilai menghina perangkat pertandingan laga melawan Persib Bandung.
Pertandingan yang dipermasalahkan berlangsung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Bandung, Jawa Barat, pada 6 Februari 2026. Laga tersebut dipimpin wasit asal Jepang, Yudai Yamamoto.
Baca Juga: Persib vs Malut United: Merasa Dirugikan, Laskar Kie Raha Pertanyakan Koordinasi Wasit dan VAR
Perangkat pertandingan lain yang bertugas adalah I Gede Selamet Raharja dan Dadang Nofiadi Setyawan sebagai asisten wasit. Sementara itu, Kemal Pasha bertugas sebagai wasit VAR dan Dedi Saputra sebagai asisten VAR.
Media Officer Malut United, Agya Pradipta, memastikan keputusan tersebut telah diterima klub. Ia menyebut sanksi berlaku sejak keputusan resmi diterbitkan.
“Betul. Berdasarkan keputusan sidang Komite Disiplin 12 Februari 2026 yang kemudian terlampir dalam salinan keputusan bernomor 156/L1/SK/KD-PSSI/II/2026, yang bersangkutan dikenakan sanksi larangan beraktivitas dalam kegiatan sepakbola di Indonesia selama tiga bulan sejak keputusan diterbitkan,” kata Agya melalui keterangan resminya, Minggu (15/2).
Sebelumnya, Asghar menyampaikan keberatannya melalui akun pribadi di Facebook. Ia menilai unggahannya tidak menyebut nama tertentu sebagai "mafia".
Baca Juga: Persib vs Malut United: Laskar Kie Raha Tumbang di Bandung, Hendri Susilo Semprot Kepemimpinan Wasit
“Untuk mengalahkan Malut United, para mafia bahkan harus menggunakan jasa wasit FIFA yang kualitasnya kalah jauh dibanding wasit tarkam di kampung saya,” tulis Asghar pada 6 Februari.
Ia juga menyoroti sejumlah keputusan pertandingan dan tayangan ulang di Indosiar. Dalam unggahannya, Asghar menyebut laga tersebut sebagai “dagelan" di GBLA”.
Usai dijatuhi sanksi, Asghar turut menyinggung penasihat Semen Padang FC, Andre Rosiade. Andre dikenal kerap mengkritik PSSI, wasit, dan operator liga melalui media sosialnya di Instagram.
Dalam sejumlah unggahan, Andre juga pernah menyebut nama Joko Driyono dan Ferry Paulus. Pernyataannya bahkan pernah mendapat respons dari Ketua Umum PSSI, Erick Thohir.
“Saya menyebut mafia dalam postingan FB saya dan langsung dipanggil dalam sidang Komdis, lalu dijatuhi hukuman larangan beraktivitas dalam sepakbola selama tiga bulan,” tulis Asghar.
“Tak ada nama yang saya sebut secara terang benderang karena saya tahu mafia di sepakbola Indonesia itu seperti kentut. Berbau busuk tapi tidak bisa dipegang,” lanjutnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026








