Borneo FC Bertahan di Papan Atas, Manajer Sebut 'Jalur Langit' dan Ikhlaskan Kepergian Fajar Fathur Rahman

AKURAT.CO, Manajer Borneo FC, Dandri Dauri, berbicara terbuka mengenai beberapa kabar mengejutkan mulai dari apa yang ia sebut sebagai “jalur langit” kepindahan Fajar Fathur Rahman hingga filosofi tim yang tak bergantung pada pemain mahal.
Dandri menegaskan, perubahan komposisi tim pada bursa transfer paruh musim bukan penyebab menurunnya posisi Borneo FC di klasemen sementara. Saat ini, Mariano Peralta dan kawan-kawan berada di peringkat ketiga.
“Tidak ada. Kita ini, ya saya bilang, Borneo FC itu bersama siapa? Jalur langit itu. Alhamdulillah, jalur langit yang menolong kami sampai sekarang,” ujar Dandri di Jakarta International Stadium (JIS), Jakarta, Rabu (3/3).
Selain membahas performa tim, ia juga mengungkap cerita di balik hengkangnya Fajar Fathur Rahman ke Persija pada putaran kedua.
Padahal, Fajar sudah menjadi bagian dari Borneo FC sejak September 2020 dan kontraknya baru berakhir pada Desember tahun lalu.
Menurut Dandri, keputusan tersebut sepenuhnya berada di tangan pemain dan agennya. Manajemen, kata dia, tidak bisa memaksakan kehendak jika sang pemain memilih jalan berbeda.
“Ya, kemauannya pemain. Dijelaskan, kan punya agen dia. Fajar punya agen,” tuturnya.
Ia menambahkan, Presiden Borneo FC, Nabil Husien, sempat mencoba memberikan masukan agar Fajar bertahan hingga kompetisi usai. Harapannya, kepindahan bisa dilakukan secara lebih ideal setelah musim berakhir.
“Mungkin dari hati ke hati antara Bos Nabil juga sudah memberikan masukan. Saya juga berharap habiskan kompetisi lebih dulu, baru pindah,” imbuh Dandri.
Meski demikian, manajemen Pesut Etam tak ingin memperpanjang persoalan. Dandri menegaskan, Borneo FC tetap menghormati keputusan pemain selama prosesnya berjalan profesional.
“Tetapi, yang namanya Fajar atau agennya mau, ya silakan. Kami tidak ada masalah sebenarnya. Selama dia pindah dan bisa berprestasi lebih, kami bersyukur. Yang penting tali silaturahmi tetap terjaga, apalagi bulan puasa,” ucapnya.
Di sisi lain, Dandri juga menyinggung perjalanan Borneo FC musim ini. Setelah sempat vakum musim lalu, ia kembali menjabat sebagai manajer dan membawa pendekatan berbeda dalam membangun tim.
Mayoritas skuad Pesut Etam saat ini diisi pemain jebolan Elite Pro Academy (EPA). Kombinasi pemain muda dan beberapa senior menjadi fondasi utama tim dalam bersaing di papan atas.
“Saya tidak menyangka saya sampai di sini. Demi Allah, saya tidak menyangka tim ini sampai di sini. Saya istirahat tahun lalu, kembali menjabat manajer tahun ini dengan materi pemain rata-rata dari EPA. Seniornya ada beberapa waktu itu,” ungkapnya.
Dandri menekankan, dirinya tak berambisi mengumpulkan pemain berlabel mahal. Ia lebih mengutamakan loyalitas dan kemauan berkembang sebagai pondasi membangun tim kompetitif.
“Saya cuma bilang kalau memang kami mau bekerja sama, saya tidak perlu pemain mahal, pemain pintar, tetapi yang penting loyal dulu. Akhirnya pelan-pelan kami menjawab," katanya.
"Artinya, berproses sampai hari ini kami berada di posisi itu. Alhamdulillah sebenarnya bisa mewarnai papan atas. Mudah-mudahan ke depannya juga terus akan begini.:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







