Safee Sali Sarankan Timnas Malaysia Tak Mainkan Pemain Naturalisasi 'Berkasus' Lawan Vietnam

AKURAT.CO, Legenda sepakbola Malaysia, Safee Sali, menyarankan tim nasional negaranya tak menurunkan tujuh pemain naturalisasi yang masih tersangkut dengan kasus pemalsuan dokumen.
Saran ini disampaikan Safee Sali menjelang matchday pamungkas Grup F Kualifikasi Piala Asia 2027 antara Malaysia dan Vietnam. Laga tersebut dijadwalkan di Nam Dinh, Vietnam, 31 Maret mendatang.
Menurut Safee Sali, menurunkan tujuh pemain bersangkutan akan menempatkan Timnas Malaysia dalam risiko. Pasalnya, Malaysia sudah dihukum dinyatakan kalah di tiga laga persahabatan di mana mereka dua kali menang dan sekali imbang.
“Supaya aman di situasi saat ini, ini cuma pendapat saya saja, saya merasa mereka harus diistirahatkan. Itu pandangan saya,” kata Safee sebagaimana dipetik dari New Strait Times.
“Tetapi mungkin manajamen (Timnas Malaysia) punya pendapat berbeda. Jika mereka memutuskan untuk menurunkan mereka (pemain naturalisasi), maka mereka harus bersiap untuk mengambil risiko dengan apapun dampak atau keputusan yang mungkin muncul.”
Pendapat eks Pemain Pelita Jaya tersebut juga berhubung dengan situasi banding Asosiasi Sepakbola Malaysia (FAM) atas sanksi FIFA yang saat ini sedang bergulir di Pengadilan Arbitrase Olahraga.
FIFA sudah menghukum FAM dengan denda sebesar 350 ribu Franc Swiss atas kasus pemalsuan dokumen tujuh pemain naturalisasi pada September silam.
Terhadap tujuh pemain dijatuhkan pula sanksi denda masing-msing 2.000 Franc Swiss dan larangan beraktifitas di dunia sepakbola selama 12 bulan.
Pada Januari silam CAS mencabut sanksi larangan berkompetisi terhadap tujuh pemain terlibat sambil menunggu keputusan akhir banding FAM dikeluarkan.
Sidang FAM dan para pemain sudah dilakukan di CAS, Lausanne, Swiss, Kamis (25/2). Keputusan diperkirakan akan dikeluarkan dalam waktu dekat atau sebelum laga Malaysia vs Vietnam di Kualifikasi Piala Asia 2027.
Adapun ketujuh pemain bersangkutan adalah Facundo Garces, Rodrigo Holgado, Imanol Machuca, Joao Figueiredo, Gabriel Palmero, Jon Irazabal, and Hector Hevel.
FIFA mendakwa dokumen kelahiran kakek dan nenek ketujuh pemain tersebut dipalsukan dengan membubuhkan Malaysia sebagai tempat kelahiran yang disyaratkan untuk seorang pemain asing dinaturalisasi ke tim nasional negara baru.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 7Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 8Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal







