PSSI Sesalkan Penyerangan Terhadap Wasit dan Wartawan di Laga Malut United vs PSM Makassar
AKURAT.CO, Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI, Yunus Nusi, menyayangkan insiden penyerangan terhadap wasit dan juga wartawan yang dilakukan oknum dalam pertandingan antara Malut United menghadapi PSM Makassar pada pekan ke-24 Super League Indonesia musim 2025-2026.
Laga yang berlangsung di Stadion Gelora Kie Raha, Sabtu (7/3), itu diwarnai tindakan penyerangan oleh oknum yang dinilai mencoreng jalannya pertandingan serta atmosfer sepakbola nasional.
Yunus Nusi menegaskan bahwa PSSI sangat menyesalkan kejadian tersebut. Menurutnya, insiden semacam itu seharusnya tidak lagi terjadi, terlebih dalam kompetisi strata tertinggi sepakbola Indonesia.
“Kami sangat menyayangkan kejadian tersebut. Ini tentu menjadi catatan penting bagi kami. Hal-hal seperti ini seharusnya tidak lagi terjadi, apalagi di kompetisi I-League yang merupakan level tertinggi,” ujar Yunus Nusi dalam keterangan resminya.
Ia juga menyoroti adanya tindakan kekerasan yang tidak hanya menyasar perangkat pertandingan, tetapi juga pihak lain yang berada di sekitar lapangan. Menurutnya, tindakan tersebut tidak dapat dibenarkan dalam kondisi apa pun.
“Baik itu pemukulan terhadap wasit, kepada media, maupun pihak lain tentu sangat kami sesalkan. Kami berharap kejadian ini menjadi yang terakhir dan tidak terulang kembali,” katanya.
Yunus Nusi juga mengingatkan bahwa dalam situasi pertandingan yang penuh tensi, semua pihak harus tetap mampu menahan diri. Ia menilai tindakan agresif tidak memiliki alasan yang dapat dibenarkan, terlebih jika tidak ada kesalahan fatal yang terjadi dalam pertandingan.
“Kami berharap semua pihak bisa menahan diri. Apa pun yang terjadi di lapangan, apalagi jika tidak ada kesalahan fatal, tidak seharusnya berujung pada tindakan seperti ini,” tuturnya.
Lebih lanjut, Yunus menegaskan bahwa PSSI menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus tersebut kepada Komite Disiplin untuk diproses sesuai regulasi yang berlaku.
“Tentu ini akan menjadi bahan bagi Komite Disiplin untuk mengambil keputusan. PSSI menyerahkan semuanya kepada komite, dan apa pun keputusan yang diambil nantinya harus diterima oleh semua pihak,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa insiden kekerasan dalam pertandingan sepakbola berpotensi merusak citra kompetisi nasional yang sedang berupaya terus berkembang.
“Hal-hal seperti ini tentu tidak baik bagi atmosfer sepakbola Indonesia maupun kompetisi I-League kita. Karena itu harus kita jaga bersama,” ujar Yunus.
Di akhir pernyataannya, Yunus juga meminta seluruh manajemen klub untuk mengambil peran lebih aktif dalam menjaga sikap para pemain, ofisial, maupun pendukung tim.
Menurutnya, klub harus memberikan edukasi dan arahan yang jelas agar semua pihak dapat bersikap bijak ketika menghadapi situasi panas dalam pertandingan.
“Manajemen harus tegas menyampaikan kepada pelatih, asisten, ofisial, pemain, bahkan kepada suporternya agar selalu bijak dalam menghadapi situasi seperti ini,” pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026








