Sekjen AFC Isyaratkan Timnas Malaysia Tak Dihukum Seperti Timor Leste Dalam Kasus Pemalsuan

AKURAT.CO, Sekretaris Jenderal Konfederasi Sepakbola Asia (AFC), Datuk Seri Windsor John Paul, mengisyaratkan bahwa lembaganya tidak akan memberikan sanksi larangan berpartisipasi di turnamen untuk Tim Nasional Malaysia.
Pernyataan ini disampaikan Windsor John Paul dengan membandingkan kasus pemalsuan dokumen pemain Timnas Malaysia dengan kasus serupa yang dilakukan Timor Leste pada 2016.
Dalam kasus Timor Leste, AFC mendiskualifikasi negara tersebut dari partisipasi Piala Asia 2023 setelah kedapatan memalsukan dokumen sejumlah pemain naturalisasi pada kualifikasi untuk Piala Asia 2019.
Mengikuti preseden itu, maka Malaysia semestinya disanksi larangan tampil di Piala Asia 2027 dan 2031. Namun, Windsor John menyebut kasus Malaysia dan Timor Leste berada dalam kondisi berbeda.
Menurutnya, pelanggaran Timor Leste diketahui setelah kualifikasi selesai dilaksanakan. Sebab itu, sanksinya tak bisa diterapkan mundur namun untuk kompetisi selanjutnya.
Sementara, Malaysia didapati bersalah dalam kasus pemalsuan dokumen ketika kualifikasi masih berlangsung.
“Jadi, kasus Timor Leste itu, pertandingan sudah habis baru kita temui kesalahan,” kata Windsor John konferensi pers di Kuala Lumpur, Malaysia, Senin (16/3), sebagaimana dipetik dari Berita Harian.
“Ketika pertandingan sudah selesai, Anda tidak bisa menghukum mereka surut, Anda harus menghukum mereka ke masa depan. Sebab itu Timor Leste dilarang bermain di edisi (Kualifikasi Piala Asia) selanjutnya.
“Harimau Malaya (julukan Timnas Malaysia), situasinya lain. Kasus ini ditemui di tengah pertandingan (kualifikasi) sedang berjalan. Tidak bisa dikatakan Timor Leste dan FAM (Asosiasi Sepakbola Malaysia) sama, situasi tidak sama.”
Windsor John menegaskan bahwa AFC saat ini sedang menggodok keputusan yang akan mereka ambil selepas Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) mengukuhkan sanksi FIFA atas kasus pemalsuan dokumen tujuh pemain naturalisasi Timnas Malaysia.
Pada September silam FIFA menghukum FAM denda sebesar 350 ribu Franc Swiss dan larangan berkompetisi resmi terhadap tujuh pemain terlibat. FAM mengajukan banding ke CAS namun ditolak.
Windsor John mengatakan bahwa AFC mesti berhati-hati menjatuhkan sanksi dengan mengikuti regulasi secara teliti. Sanksi dari AFC juga masih bisa digugat ke CAS.
“Kita serahkan perkara ini ke Komite Tata Tertib (AFC) untuk memeriksa fakta. Sebab, semua keputusan yang dibuat oleh Komite Tata Tertib bisa dibanding. Setelah banding, kasus itu juga bisa di bawa ke Pengadilan Arbitrase Olahraga,” kata Windsor John.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








