Menit Bermain di FIFA Series di Luar Ekspektasi, Dony Tri Pamungkas Akui Adaptasi Lancar

AKURAT.CO, Penggawa muda Persija Jakarta, Dony Tri Pamungkas, menjadi salah satu sorotan dalam dua laga FIFA Series 2026 yang dijalani Timnas Indonesia.
Dony Tri Pamungkas memang menunjukkan perkembangan signifikan, sekaligus memberi warna baru di sisi permainan skuad Garuda.
Kesempatan tampil yang diberikan pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, memang langsung dimaksimalkan dengan baik oleh Dony Tri Pamungkas.
Pada laga melawan Saint Kitts and Nevis, ia dipercaya turun sejak menit awal dan menunjukkan performa yang solid sepanjang pertandingan.
Dalam laga tersebut, Dony bahkan menjadi salah satu pemain yang tampil penuh selama sembilan puluh menit.
Ia sejajar dengan Rizky Ridho dan Maarten Paes sebagai pemain yang tidak tergantikan. Hal itu menandakan tingkat kepercayaan tinggi dari tim pelatih.
Performa konsisten itu membuat Dony kembali mendapatkan menit bermain saat menghadapi Bulgaria.
Meski tidak tampil sebagai starter, ia tetap memberikan dampak positif ketika masuk sebagai pemain pengganti.
Dony diturunkan pada menit ke-73 menggantikan Justin Hubner. Waktu bermain yang relatif singkat tidak menyurutkan agresivitasnya dalam membantu serangan dari sisi kiri.
Pergerakannya yang lincah serta kemampuan menggiring bola mampu merepotkan lini pertahanan Bulgaria.
Bahkan, salah satu aksinya yang membuat dua pemain lawan kehilangan koordinasi sempat menjadi perbincangan hangat di media sosial.
Penampilan tersebut mempertegas potensi besar yang dimiliki pemain jebolan Persija Elite Pro Academy itu.
Keberaniannya dalam duel satu lawan satu menjadi nilai tambah yang jarang dimiliki pemain seusianya.
Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, pun tak ragu memberikan apresiasi. Ia menilai Dony sebagai salah satu talenta muda menjanjikan yang dimiliki Indonesia saat ini, bersama nama lain seperti Beckham Putra.
Meski mendapat pujian, Dony memilih tetap rendah hati. Ia mengaku tidak ingin terlena dan lebih fokus memanfaatkan setiap kesempatan yang datang dengan kerja keras.
“Sejujurnya, saya tidak memiliki ekspektasi yang berlebihan sebelum pertandingan. Saya hanya memandang ini sebagai sebuah kesempatan, sehingga saya bertekad untuk bekerja keras dan memberikan yang terbaik,” ujar Dony.
Sebagai pemain yang baru merasakan atmosfer tim senior, Dony juga mengungkapkan rasa syukurnya karena proses adaptasi berjalan dengan baik.
Ia merasa terbantu oleh para pemain senior yang memberikan dukungan selama di tim.
“Alhamdulillah, proses adaptasi berjalan dengan lancar. Hal itu tidak terlepas dari peran para pemain senior yang banyak membantu saya selama berada di tim. Ke depannya kami harus jauh lebih baik lagi,” kata Dony.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini








