Akurat Logo

Luis Enrique Membangun Budaya Juara PSG Dari Sisa-sisa Kegagalan Era Superstar

Hervin Saputra | 7 Mei 2026, 20:31 WIB
Luis Enrique Membangun Budaya Juara PSG Dari Sisa-sisa Kegagalan Era Superstar
Pelatih PSG, Luis Enrique, saat merayakan keberhasilan timnya melangkah ke final Liga Champions 2025-2026 usai laga imbang 1-1 versus Bayern Munchen di leg kedua semifinal di Stadion Allianz Arena, Munchen, Jerman, Rabu (6/5/2026). X/PSG_Inside

AKURAT.CO, Fakta bahwa Paris Saint-Germain (PSG) lolos ke final Liga Champions dua kali secara beruntun menunjukkan bahwa prestasi mereka di kompetisi paling elite di Eropa bukanlah “kebetulan”.

Sang pelatih, Luis Enrique, jelas menjadi sorotan utama dalam keberhasilan tersebut. Juru taktik asal Spanyol itu tidak saja memberikan gelar kepada PSG, namun juga membangun budaya dan kepercayaan diri baru di tim ibukota Prancis tersebut.

Betapa tidak? Gelar Liga Champions tahun lalu saja sejatinya sudah mengangkat PSG sebagai pesaing gelar untuk seterusnya karena gelar tersebut adalah yang pertama dalam sejarah klub.

Dan final tahun ini membuat PSG kini mulai bisa disandingkan dengan langganan juara Liga Champions semacam Real Madrid dan Bayern Munchen.

BBC menyoroti keberhasilan Luis Enrique sebagai sentuhan yang mengubah sisa-sisa debu era superstar menjadi era kejayaan.

Patut dicatat, ketika Enrique datang ke Paris pada 2024, PSG adalah bekas klub yang pada suatu masa pernah diperkuat Neymar, Lionel Messi, dan Kylian Mbappe.

Bahkan, Kylian Mbappe adalah pemain yang dilepasnya saat ia mendarat ke Parc Des Princes. Mbappe kemudian diketahui bermain di Real Madrid dan dua musim di ibukota Spanyol penyerang Timnas Prancis itu di ambang nol gelar.

“Beberapa tahun lalu mereka punya para primadona, ego di tim tetapi (Luis Enrique) tak mengalami itu,” kata eks Kapten Liverpool, Steven Gerrard.

“Dia mengesampingkan itu semua dan membangun tim dengan kerja dan prinsip-prinsip. Tim ini bisa mendominasi tahun-tahun ke depan. Mereka memang sebagus itu.”

Kemenangan atas Bayern Munchen dalam duel dua leg dengan agregat 6-5 juga menunjukkan kepiawaian Enrique dengan pemain yang dimilikinya dalam skuad.

Di tangannya, orang kini mengenal Vitinha, Marquinhos, Desire Doue, Nuno Mendes, dan Joao Neves. Juga Ousmane Dembele yang sempat tenggelam di Barcelona kini kembali ke permukaan dipuncaki dengan gelar Ballon D’Or tahun lalu.

Kini semua mata akan menantikan apakah Enrique berhasil menyumbangkan gelar Liga Champions keduanya untuk Les Parisien pada laga final melawan Arsenal di Budapes, Hungaria, 30 Mei mendatang.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.