Akurat Logo

Persipura vs Adhyaksa FC Berakhir Ricuh, Ini Respons PSSI

Zainal Hasan | 10 Mei 2026, 07:57 WIB
Persipura vs Adhyaksa FC Berakhir Ricuh, Ini Respons PSSI
Sejumlah penonton turun ke lapangan seusai pertandingan babak play-off Pegadaian Championship 2025-2026 atau Liga 2 antara Persipura Jayapura lawan Adhyaksa FC Banten di Stadion Lukas Enembe, Jayapura, Papua, Jumat (8/5/2026). ANTARA/Gusti Tanati

AKURAT.CO, laga playoff Championship 2025-2026 antara Persipura Jayapura melawan Adhyaksa FC diwarnai kericuhan usai pertandingan yang berlangsung di Stadion Lukas Enembe, Jayapura, Papua, Jumat (8/5/2026) sore WIB.

Dalam pertandingan penentuan tiket promosi ke Super League itu, Adhyaksa FC berhasil mencuri kemenangan tipis 1-0 atas tuan rumah.

Hasil tersebut memastikan Persipura gagal kembali ke kasta tertinggi sepakbola Indonesia dan harus bertahan di kompetisi level kedua musim depan.

Kekecewaan suporter tuan rumah tidak terbendung setelah peluit panjang dibunyikan. Sejumlah pendukung Persipura terlihat masuk ke area lapangan.

Berdasarkan video yang beredar di media sosial, beberapa fasilitas stadion juga dilaporkan mengalami kerusakan akibat aksi tersebut.

Sekretaris Jenderal PSSI, Yunus Nusi, menyampaikan keprihatinannya atas insiden yang terjadi di Jayapura.

"PSSI sangat menyayangkan keriuhan ini terjadi di Jayapura, dan tentu kita prihatin dengan keributan ini," ujar Yunus Nusi, Sabtu (9/5/2026).

Menurutnya, masyarakat Papua dan suporter Persipura selama ini dikenal memiliki kecintaan besar terhadap sepakbola. Karena itu, ia berharap kejadian serupa tidak kembali terulang di masa mendatang.

"Kami tahu masyarakat Papua dan suporter Persipura sangat cinta sepakbola. Dengan kecintaan itu, kami yakin sebenarnya ketertiban dan keamanan di stadion bisa dijaga bersama," lanjutnya.

Yunus menilai kerusuhan tersebut menjadi catatan buruk bagi sepakbola nasional. Ia mengingatkan bahwa menang, kalah, maupun imbang merupakan hal yang wajar dalam sebuah pertandingan.

"Kita harus punya kesadaran bahwa dalam pertandingan pasti ada menang, kalah, dan seri. Itu hal biasa dalam sepakbola," katanya.

Lebih lanjut, Yunus berharap atmosfer sepakbola Indonesia dapat kembali menjadi hiburan yang aman dan nyaman bagi seluruh kalangan, termasuk keluarga.

"Kita mulai dari diri sendiri dan dari para suporter untuk saling mengingatkan bahwa keamanan itu penting. Kalau terjadi keributan, semua pihak dirugikan dan tidak ada yang diuntungkan," kata Yunus Nusi.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.