Iran Klaim AS Belum Keluarkan Visa untuk Tim Nasional ke Piala Dunia 2026

AKURAT.CO, Ketua Federasi Sepakbola Iran (FFIRI), Mehdi Taj, mengaku belum ada satu pun visa yang dikeluarkan Pemerintah Amerika Serikat untuk tim nasionalnya yang berpartisipasi di Piala Dunia 2026.
Dikabarkan New Strait Times, Mehdi Taj akan membicarakan permasalahan ini dalam pertemuan dengan FIFA dalam satu-dua hari ke depan. Ia meminta FIFA bisa menyelesaikan masalah ini secepatnya.
“Besok atau lusa kami akan melakukan pertemuan yang menentukan dengan FIFA,” kata Mehdi Taj dipetik New Strait Times.
“Kami belum menerima sebarang pemberitahuan dari pihak (AS dan FIFA) sehubungan siapa yang akan diberikan visa. Belum ada visa yang dikeluarkan.”
Masalah visa menjadi soal tak lain karena perang antara Iran dan aliansi Israel-AS yang sudah berlangsung sejak akhir Februari silam.
Sementara itu, Timnas Iran adalah salah satu partisipan di Piala Dunia 2026 di mana AS adalah salah satu tuan rumah bersama Kanada dan Meksiko.
Mehdi Taj sendiri merasakan langsung bagaimana perang memengaruhi urusan imigrasi. Itu terjadi ketika ia merasa diperlakukan dengan tidak hormat ketika hendak masuk ke Kanada dalam rangka Kongres FIFA ke-76, akhir April silam.
Ketika itu imigrasi di Kanada mempertanyakan status Taj yang merupakan mantan anggota Pasukan Garda Revolusi Iran (IRGC). Kanada adalah salah satu negara yang menyatakan IRGC sebagai negara teroris sejak 2024.
Adapun Timnas Iran tergabung di Grup G Piala Dunia 2026 bersama Selandia Baru, Belgia, dan Mesir. Iran lolos ke pesta sepakbola terakbar tahun ini melalui kualifikasi zona Asia (AFC).
Selama Piala Dunia, Tim Melli–julukan Timnas Iran–akan bermarkas di Tucson, Arizona, AS. Pertandingan pertama Timnas Iran di Piala Dunia akan digelar di Stadion SoFi, Los Angeles, pada 15 Juni.
Sebelum terbang ke AS, skuad Iran akan singgah di Turki untuk pemusatan latihan. Di sana mereka diharapkan melakukan cetak sidik jari untuk pemberian visa masuk ke AS.
“Para pemain harus melakukan perjalanan ke Ankara (ibukota Turki) untuk cetak sidik jari, tetapi kami berusaha melakukannya di Antalya jadi kami tak perlu ke Ankara,” kata Mehdi Taj.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026








