Akurat Logo

Garuda Baru Ukir Sejarah, Indonesia Juara Street Child World Cup 2026 di Meksiko

Zainal Hasan | 18 Mei 2026, 16:28 WIB
Garuda Baru Ukir Sejarah, Indonesia Juara Street Child World Cup 2026 di Meksiko
Pemain Tim Garuda Baru Indonesia (putih) merayakan gelar juara Street Child World Cup bersama tim Argentina yang mereka kalahkan di final, Mexico City, Meksiko, Kamis (14/5/2026)

AKURAT.CO, Tim Garuda Baru Indonesia mencatatkan sejarah di ajang Street Child World Cup (SCWC) 2026 setelah keluar sebagai juara kategori Boys Shield usai menundukkan Argentina melalui adu penalti 3-2 di partai final. Pertandingan berlangsung di Parque Ecologico Lago de Texcoco, Mexico City, Meksiko, Kamis (14/5/2026).

Indonesia memastikan kemenangan setelah bermain imbang 1-1 sepanjang waktu normal. Garuda Baru sempat unggul lebih dulu lewat gol Raehan Alfarezi pada menit keenam babak pertama sebelum Argentina menyamakan kedudukan di penghujung laga.

Dalam babak adu penalti, Raehan Alfarezi, Aryo Topan Artha Gading, dan Deno Mazra Rasyid sukses menjalankan tugas sebagai eksekutor. Penjaga gawang Samuel Steven Siagian kemudian menjadi penentu kemenangan setelah menggagalkan tendangan terakhir pemain Argentina.

Keberhasilan tersebut menjadi pencapaian terbaik Indonesia sepanjang keikutsertaan di Street Child World Cup. Sebelumnya, prestasi tertinggi tim putra Indonesia terjadi pada edisi Rusia 2018 ketika mampu mencapai babak semifinal.

Founder Garuda Baru, Mahir Bayasut, menyebut gelar juara itu menjadi bukti bahwa olahraga dapat menjadi ruang aman bagi anak-anak untuk berkembang.

"Prestasi ini menjadi bukti bahwa olahraga dapat menjadi ruang aman untuk membangun karakter, harapan, dan masa depan anak-anak. Lebih dari sekadar trofi, Garuda Baru membawa pesan bahwa setiap anak berhak tumbuh dalam lingkungan yang aman dan bermartabat," ujar Mahir dalam keterangan resminya.

Pada partai final, Garuda Baru menurunkan Samuel Steven Siagian di bawah mistar. Lini pertahanan diisi Deno Mazra Rasyid dan Aryo Topan Artha Gading, sementara sektor tengah ditempati Danar Saputra, Dino Siswanto, serta Izul Hamid. Raehan Alfarezi dipercaya menjadi ujung tombak.

Pelatih kepala Garuda Baru, Paulus Lodwyk Jacobz, mengatakan persiapan tim dilakukan secara menyeluruh, termasuk mengantisipasi kemungkinan adu penalti di final.

"Anak-anak mampu menjalankan instruksi dengan disiplin dan menunjukkan semangat pantang menyerah sampai akhir laga. Kami juga mempersiapkan strategi untuk skenario adu penalti dan sudah menunjuk algojonya sejak sesi latihan," kata pelatih yang akrab disapa Coach Lodi itu.

Perjalanan Garuda Baru menuju gelar juara tidak berjalan mudah. Indonesia sempat gagal masuk kategori utama Boys Cup setelah kalah dari Pakistan dan India pada fase kualifikasi awal.

Hasil tersebut membuat Garuda Baru tampil di kategori Boys Shield bersama Argentina, Hungaria, Chile, Meksiko, Amerika Serikat, dan Mexico Equipo Ikoots.

Namun, Garuda Baru bangkit di fase grup Boys Shield dengan mencatat dua kemenangan dan dua hasil imbang hingga finis di posisi kedua klasemen akhir di bawah Argentina. Indonesia kemudian melaju ke final usai mengalahkan Hungaria 4-0 pada babak semifinal.

Kapten tim, Aryo Topan Artha Gading, menilai kemenangan tersebut menjadi bukti bahwa anak-anak dari lingkungan rentan juga mampu berprestasi di level internasional.

"Kami datang bukan hanya untuk bermain sepakbola, tetapi juga membawa suara anak-anak Indonesia agar lebih didengar. Kemenangan ini kami persembahkan untuk semua anak yang masih berjuang mendapatkan lingkungan yang aman dan masa depan yang layak," ujar Topan.

Selain pertandingan sepakbola, SCWC juga menekankan pendidikan karakter melalui sistem kartu hijau yang diberikan kepada tim dengan sikap sportivitas dan perilaku positif di lapangan. Garuda Baru mendapatkan tambahan poin dari penghargaan tersebut selama fase grup berlangsung.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.