Namanya Paling Dicari di Media Sosial, Hansi Flick Kini Lebih 'Barcelona' Ketimbang Jerman
AKURAT.CO, Hansi Flick adalah orang Jerman. Tetapi dua musim terakhir telah menjadikannya sebagai “orangnya” Barcelona sebagaimana tokoh-tokoh yang datang dari Barcelona sendiri seperti Pep Guardiola, Luis Enrique, atau Xavi Hernandez.
Adalah kesuksesannya dalam dua musim terakhir yang membuat Hansi Flick kini lebih identik sebagai Hansi Flick-nya Barcelona ketimbang Hansi Flick-nya Bayern Munchen atau Tim Nasional Jerman.
Media-media terkemuka Jerman menyebut bahwa bersama Barcelona Flick sukses memperbaiki kembali citranya yang tenggelam di negaranya sendiri pasca kegagalannya sebagai Pelatih Timnas Jerman di Piala Dunia 2022.
“Nama belakang Flick menjadi salah satu nama paling dicari di media Jerman, bersama nama-nama sepuluh besar yang menghasilkan traffic terbanyak di media sosial di dunia olahraga,” kata jurnalis Suddeutsche Zeitung, Javier Caceres, sebagaimana dipetik dari AS.
Katalunya dan Barcelona Mencintai Hansi Flick
Sejumlah pihak melihat Flick lebih emosional dan ekspresif selama melatih di Barcelona ketimbang ketika ia berada di Bayern Munchen dan Timnas Jerman. Banyak bergerak, pelukan, dan tensi-tensi di pertandingan yang bisa disaksikan penonton.
Flick sendiri bahkan sudah menyatakan bahwa Barcelona berkemungkinan akan menjadi klub terakhir sebelum ia memutuskan pensiun sebagai pelatih. Sejalan dengan itu, akhir musim ini Flick meneken perpanjangan kontrak sampai 2028.
Agaknya, apa yang membuat publik Barcelona mencintai Flick, selain gelar La Liga, tentu saja bahwa pelatih kelahiran Heidelberg, Jerman Barat, 24 Februari 1965, ini berhasil membangkitkan kembali identitas permainan klub.
Di tangan Flick, Barcelona menang dengan gaya bermain yang dikenal sebagai DNA klub. Sesuatu yang mereka anggap hilang dalam beberapa tahun terakhir sebelum Flick datang ke Katalonia.
Lebih dari itu, yang membuat Flick istimewa di hati suporter Barcelona adalah kemampuannya untuk membangkitkan anak-anak muda belasan tahun dari Akademi La Masia. Lamine Yamal dan Pau Cubarsi adalah salah satu contoh terbaiknya.
Flick mengimbau kembali kenangan cule–sebutan untuk suporter Barcelona–ketika tim mereka didominasi oleh pemain-pemain lulusan La Masia seperti Lionel Messi, Xavi Hernandez, Andres Iniesta, dan Carlos Puyol.
Perpanjangan kontrak sampai 2028 berarti pula Flick punya dua musim lagi didepannya untuk menjawab impian suporter klubnya: Liga Champions.
Dan, jika melihat sejarah, standar Barcelona kini bukan sekadar Liga Champions saja. Tetapi adalah treble sebagaimana dicapai oleh Pep Guardiola dan Luis Enrique di dekade-dekade sebelumnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







