Akurat Logo

Jelang Piala Dunia 2026, FIFA Perang Total Melawan Aksi Buang Waktu saat Pertandingan

Fitra Iskandar | 1 Juni 2026, 14:18 WIB
Jelang Piala Dunia 2026, FIFA Perang Total Melawan Aksi Buang Waktu saat Pertandingan
FIFA perketat aturan pertandingan di Piala Dunia 2026. Foto ilustrasi: Pixabay

AKURAT.CO Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) mengonfirmasi akan menerapkan sejumlah penegakan aturan yang lebih ketat pada Piala Dunia 2026. Langkah ini dilakukan untuk mengurangi praktik mengulur waktu dan menjaga tempo pertandingan tetap berjalan cepat sepanjang turnamen.

Piala Dunia 2026 yang akan diikuti 48 negara dijadwalkan berlangsung dalam waktu dekat dan menjadi edisi terbesar dalam sejarah kompetisi sepak bola paling bergengsi di dunia.

Ketua Komite Wasit FIFA sekaligus Kepala Perwasitan FIFA, Pierluigi Collina, mengatakan bahwa salah satu fokus utama adalah meminimalkan gangguan yang memperlambat jalannya pertandingan.

"Kami ingin menghilangkan sebanyak mungkin tindakan yang mengganggu tempo permainan," kata Collina.

Salah satu aturan yang paling menarik perhatian adalah ancaman kartu merah bagi pemain yang menutupi mulut menggunakan tangan, lengan, atau jersey saat berbicara dengan lawan dalam situasi konfrontatif.

Menurut FIFA, tindakan tersebut akan dianggap sebagai perilaku yang tidak sportif apabila dilakukan saat adu argumen atau perselisihan di lapangan.

Namun FIFA menegaskan bahwa percakapan biasa yang tidak bersifat konfrontatif tetap diperbolehkan, meskipun pemain menutupi mulutnya.

Selain itu, FIFA juga akan memperketat aturan terkait pemborosan waktu.

Dalam situasi tendangan gawang dan lemparan ke dalam, wasit dapat melakukan hitung mundur visual selama lima detik. Jika pemain gagal mengeksekusi tendangan gawang sebelum waktu habis, tim lawan akan langsung mendapatkan tendangan sudut.

Sementara untuk lemparan ke dalam, keterlambatan lebih dari lima detik akan membuat hak lemparan berpindah ke tim lawan.

Aturan tersebut melengkapi regulasi yang sudah berlaku sebelumnya, yaitu batas maksimal delapan detik bagi kiper untuk melepaskan bola setelah melakukan penyelamatan.

FIFA juga memperingatkan pemain yang ditarik keluar lapangan saat pergantian pemain.

Mulai Piala Dunia 2026, pemain wajib meninggalkan lapangan dalam waktu maksimal 10 detik, kecuali dalam kondisi khusus seperti cedera atau alasan keamanan.

Dalam aspek teknologi, FIFA turut memperluas dan memperjelas penggunaan Video Assistant Referee (VAR).

VAR kini dapat digunakan untuk meninjau kartu merah yang muncul akibat kartu kuning kedua yang diberikan secara keliru, kesalahan identitas pemain yang mendapat kartu, hingga beberapa keputusan tendangan sudut yang dianggap tidak tepat.

FIFA juga memperbarui protokol VAR terkait pelanggaran yang terjadi sebelum bola dimainkan dalam situasi tendangan sudut atau tendangan bebas yang berujung pada gol, penalti, atau hukuman disiplin.

Jika ditemukan pelanggaran yang berdampak langsung terhadap hasil permainan, VAR dapat meminta wasit melakukan peninjauan ulang dan mengambil keputusan yang sesuai.

Meski berbagai aturan baru dirancang untuk mempercepat pertandingan, durasi laga tidak serta-merta menjadi lebih singkat.

FIFA memastikan setiap pertandingan Piala Dunia 2026 akan tetap menyediakan jeda minum selama tiga menit di tengah masing-masing babak guna menjaga kondisi fisik para pemain, terutama mengingat turnamen akan berlangsung di sejumlah wilayah dengan cuaca yang berpotensi panas.

Dengan kombinasi aturan baru dan pengawasan yang lebih ketat, FIFA berharap Piala Dunia 2026 dapat menghadirkan pertandingan yang lebih cepat, lebih adil, dan lebih menarik bagi para penggemar sepak bola di seluruh dunia.

Sumber: AP

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.