AFC Tutup Kasus Pemalsuan Naturalisasi Timnas Malaysia, Serahkan ke FIFA dan Aparat Hukum
AKURAT.CO, Konfederasi Sepakbola Asia (AFC) mengumumkan bahwa mereka telah menutup kasus pemalsuan dokumen pemain naturalisasi Tim Nasional Malaysia.
Disampaikan oleh Sekretaris Jenderal AFC, Datuk Seri Windsor Paul John, di Petaling Jaya, Malaysia, Kamis (4/6/2026), selanjutnya kasus ini akan diserahkan ke FIFA dan otoritas lain yang terkait.
“Bagi kami di level AFC, kasusnya sudah ditutup,” kata Windsor John sebagaimana dipetik dari New Strait Times.
“Kasus yang melibatkan tujuh pemain (naturalisasi) kini berada di bawah yurisdiksi FIFA. Jadi soal laporan polisi, Anda perlu tanya polisi. Urusan FIFA, Anda harus tanya FIFA.”
Penutupan kasus ini oleh AFC menyiratkan sejumlah hal. Salah satunya adalah AFC seakan tak hendak mengambil peran lebih jauh untuk menelusuri kasus pemalsuan dokumen naturalisasi yang mengguncang Malaysia tersebut.
AFC sendiri sudah menjatuhkan sanksi dengan membatalkan sejumlah pertandingan Tim Nasional Malaysia yang melibatkan para pemain bersangkutan. Sanksi ini menyebabkan Malaysia gagal lolos dari Kualifikasi Piala Asia 2027.
Pun demikian, masalah ini tidak selesai sampai di situ. Karena dalam dokumen argumen FIFA pada sidang banding di Pengadilan Arbitrase Internasional (CAS), ada indikasi bahwa pemalsuan dokumen sudah masuk ke wilayah pidana.
Windsor Paul mengatakan bahwa wewenang AFC adalah melakukan audit terhadap tata kelola di Asosiasi Sepakbola Malaysia (FAM) yang dianggap bermasalah dengan kasus pemalsuan dokumen tersebut.
Sementara FIFA mendesak agar penyelidikan dilakukan untuk menunjukkan siapa-siapa yang terlibat dalam kasus yang kali pertama muncul pada September tahun lalu tersebut.
Saat ini FAM tanpa pemimpin permanen dan menjadwalkan pemilihan presiden baru pada Kongres Tahunan, September mendatang. Presiden baru nanti diharapkan bisa mengambil sikap atas pertanyaan-pertanyaan tersisa dalam kasus ini.
Adapun tujuh pemain yang diperkarakan dalam pemalsuan dokumen naturalisasi untuk Timnas Malaysia tersebut adalah Imanol Machuca, Facundo Garces, Rodrigo Holgado, Jon Irazabal, Joao Figueiredo, Gabriel Palmero and Hector Hevel.
FIFA menghukum mereka larangan berkompetisi selama 12 bulan. CAS kemudian mengoreksi sanksi tersebut dengan mempertahankan sanksi 12 bulan namun memberi izin untuk berlatih menggunakan fasilitas klub.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026








