Akurat Logo

Suhu Bisa Tembus 32 Derajat, FIFA Justru Larang Botol Minum Masuk Stadiond di Piala Dunia 2026

Fitra Iskandar | 5 Juni 2026, 15:09 WIB
Suhu Bisa Tembus 32 Derajat, FIFA Justru Larang Botol Minum Masuk Stadiond di Piala Dunia 2026
Suhu Bisa Tembus 32 Derajat, FIFA Justru Larang Botol Minum Masuk Stadiond di Piala Dunia 2026. Foto: Pixabay

AKURAT.CO FIFA menuai sorotan setelah memberlakukan aturan baru yang melarang penonton membawa botol minum isi ulang ke dalam stadion selama Piala Dunia 2026, meski turnamen akan berlangsung di tengah suhu panas ekstrem di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

Kebijakan tersebut muncul hanya beberapa hari setelah FIFA sebelumnya mengizinkan suporter membawa botol transparan yang dapat digunakan kembali dengan kapasitas hingga satu liter.

Namun, dalam dokumen terbaru yang diterbitkan pekan ini, FIFA menegaskan bahwa botol minum isi ulang tidak lagi diperbolehkan masuk ke area stadion.

Keputusan itu langsung memicu kritik dari sejumlah kelompok pendukung sepak bola yang khawatir aturan tersebut dapat menyulitkan penonton untuk tetap terhidrasi selama pertandingan berlangsung di bawah cuaca panas.

Kelompok suporter Inggris, Free Lions, mengaku sebelumnya telah menerima jaminan dari FIFA bahwa akses terhadap air minum gratis di stadion akan menjadi prioritas utama selama turnamen.

"Dalam seluruh diskusi kami, ketersediaan air minum gratis di stadion merupakan salah satu isu utama dan kami mendapat jaminan dari FIFA bahwa hal itu akan tersedia," ujar kelompok tersebut.

FIFA Sebut Larangan Demi Keamanan

Menanggapi kritik yang muncul, FIFA menyatakan larangan membawa botol minum diterapkan demi alasan keamanan.

Menurut badan sepak bola dunia tersebut, botol dapat digunakan sebagai benda yang dilemparkan dan berpotensi membahayakan pemain maupun penonton lainnya.

"FIFA berkomitmen melindungi kesehatan dan keselamatan pemain, wasit, suporter, relawan, dan seluruh staf yang terlibat," demikian pernyataan resmi FIFA.

FIFA juga menjelaskan bahwa sejumlah stadion tuan rumah sebelumnya memang telah memiliki aturan serupa sehingga kebijakan tersebut kini diterapkan secara seragam di seluruh venue Piala Dunia 2026.

Suhu Panas Jadi Tantangan Besar

Piala Dunia 2026 diperkirakan akan berlangsung dalam kondisi cuaca yang sangat panas di sejumlah kota tuan rumah. Suhu di beberapa lokasi bahkan diprediksi mencapai lebih dari 32 derajat Celsius selama turnamen berlangsung.

Sebagai langkah mitigasi, FIFA berencana menyediakan berbagai fasilitas pendinginan bagi suporter, termasuk stasiun kabut air, kipas pendingin, titik pengisian air minum, serta tenda pendingin di sekitar stadion.

FIFA juga memastikan harga air minum kemasan di area stadion akan mengikuti standar harga yang berlaku pada acara olahraga lainnya di masing-masing venue.

Aturan Minum untuk Pemain Juga Diubah

Selain kebijakan untuk penonton, FIFA telah menetapkan jeda minum selama tiga menit di pertengahan setiap babak pertandingan guna mengurangi risiko kesehatan akibat cuaca panas.

Namun, kebijakan tersebut juga menuai kritik. Sejumlah pengamat menilai tambahan jeda pertandingan berpotensi dimanfaatkan untuk menambah slot iklan siaran televisi selama turnamen berlangsung.

Kontroversi larangan botol minum ini menambah daftar tantangan yang dihadapi FIFA menjelang penyelenggaraan Piala Dunia 2026, yang akan menjadi turnamen terbesar dalam sejarah dengan total 104 pertandingan yang digelar di tiga negara sekaligus.

Sumber: Asiaone

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.