Akurat Logo

Apakah Lamine Yamal Penerus Lionel Messi? Ini Jawaban Pelatih Timnas Spanyol

Hervin Saputra | 7 Juni 2026, 17:10 WIB
Apakah Lamine Yamal Penerus Lionel Messi? Ini Jawaban Pelatih Timnas Spanyol
Pelatih Tim Nasional Spanyol, Luis De La Fuente (kanan), saat berbicara dengan salah satu pemainnya, Lamine Yamal, dalam salah satu sesi latihan. X/BarcaTimes

AKURAT.CO, Pelatih Tim Nasional Spanyol, Luis De La Fuente, menyebut pesepakbola seperti Lionel Messi dan Lamine Yamal adalah pemain yang mendapatkan sentuhan “tongkat sihir” dari Tuhan.

Namun, saat ditanya apakah Lamine Yamal yang akan dibawanya ke Piala Dunia 2026 bersama skuad Spanyol adalah penerus Messi, Luis De La Fuente sepertinya masih menempatkan sang pemain senior di depan.

“Messi, (tentangnya) ada banyak kata-kata besar. Messi adalah, dan akan selalu (menjadi dirinya). Dia adalah sepakbola,” kata Luis De La Fuente sebagaimana dipetik dari The Guardian.

“Para pesepakbola adalah orang dengan kemampuan tinggi, sangat cerdas. Ada para jenius dan kemudian ada mereka yang disentuh oleh tongkat sihir Tuhan dan ada beberapa dari mereka (yang mendapat anugerah itu). Lamine, Messi…”

De La Fuente juga tersenyum saat diminta mengomentari foto promosi Unicef semasa Lamine Yamal bayi dimandikan oleh Messi. Sang pelatih bilang itu adalah sebuah “kesempatan”.

“Mungkin Messi sudah banyak memilih bayi,” katanya.

“Mungkin itu kesempatan. Tetapi bagi kita yang punya keyakinan, yang percaya sesuatu yang melampaui, ‘kesempatan’ berarti juga nama lain ‘Tuhan’ ketika dia tidak ingin menunjukkan namanya. Dalam hidup, saya kira, semua terjadi untuk satu alasan.”

De La Fuente bisa dikatakan sebagai salah satu orang yang paling bertanggung jawab mengantarkan Lamine Yamal ke area kebintangan pemain Barcelona itu saat ini.

Pelatih berusia 64 tahun itu adalah figur yang memilih Lamine Yamal yang masih berusia 16 tahun untuk masuk ke skuadnya di Piala Eropa 2024. Di turnamen itu Yamal menjadi bintang dan membawa Spanyol menjadi juara.

Menurut De La Fuente, sejak kebintangan menghampiri Yamal, pemain berdarah Maroko dan Guinea Khatulistiwa tersebut harus menghadapi tekanan dari media massa yang disebutnya “brutal”.

“Lamine baru 16 (di Piala Eropa 2024), sekarang 18, dia dibebani dengan tekanan media yang brutal dan melakukan beberapa kesalahan,” kata De La Fuente.

“Satu menit, satu kesalahan, dan fokus terus ke sana: itu tidak adil. Ada jam-jam, hari-hari, bersama fisioterapis, ahli gizi, psikolog, para pelatih, itu adalah kerja, nilai-nilai.”

Lamine Yamal sendiri absen bermain karena cedera hamstring sejak April. Di Piala Dunia nanti, De La Fuente membuka peluang Yamal bermain di laga pembuka melawan Tanjung Verde pada Senin (15/5/2026) meski belum pasti.

“Kami akan mengevaluasi apakah dia harus bermain sebentar (di laga pertama), atau tidak bermain, tunggu di pertandingan kedua,” ucap Yamal.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.