Gianni Infantino Isyaratkan FIFA Tak Berdaya Atas Kekacauan Piala Dunia 2026
AKURAT.CO, Presiden FIFA, Gianni Infantino, sudah pasti tahu bahwa kekacauan penyelenggaraan Piala Dunia 2026 akan diajukan kepadanya dalam sesi konferensi pers menjelang pembukaan pesta sepakbola terakbar di dunia itu.
Sayangnya, Gianni Infantino sepertinya tak memberikan respons sebagaimana yang diharapkan publik. Alih-alih, pria asal Swiss itu mengisyaratkan bahwa FIFA tak berdaya di hadapan AS.
“Tenang saja, rileks,” kata Gianni Infantino dalam sesi konferensi pers di Stadion Azteca, Mexico City, Meksiko, Rabu (10/11/2026).
Beberapa hal yang dianggap menjadi simbol kekacauan Piala Dunia 2026 adalah penolakan masuk wasit terbaik Afrika asal Somalia, Omar Artan, ke AS. Padahal, Omar Artan memiliki visa resmi dan bertugas untuk Piala Dunia tahun ini.
Kemudian dipindahkannya markas Timnas Iran dari Tucson di AS ke Tijuana, Meksiko. Penyelenggara Piala Dunia juga membatalkan alokasi tiket untuk suporter Iran.
Ada juga protes dari Timnas Irak yang ditahan di Bandar Udara, Chicago, beberapa jam sebelum diizinkan masuk. Sementara Timnas Senegal diperiksa dengan cara yang dianggap tak pantas untuk tim peserta Piala Dunia.
Gianni Infantino mengakui bahwa FIFA tak bisa mengontrol sejumlah tindakan yang dilakukan Pemerintah AS tersebut. Infantino menggambarkan situasi tersebut dengan mengatakan bahwa FIFA bukan “raja dunia”.
“Anda harus menghormati keputusan yang sudah diambil, dan ketika saya bilang tenang, maksud saya bukan tenang dan tak melakukan apa-apa,” kata Infantino.
“Kami harus menghormati bahwa kami bukan raja dunia yang bisa mengatur pemerintah dan aparat polisi. Kami adalah sebuah organisasi olahraga. Kami melakukan yang terbaik dengan arti apa yang kami bisa.”
BBC melakukan perbandingan yang menunjukkan bahwa FIFA pada Piala Dunia 2026 kali ini tidak menerapkan standar yang sama dengan sejumlah kasus sebelumnya.
Pada 1966, misalnya, Inggris yang merupakan tuan rumah Piala Dunia berencana menolak masuk delegasi Korea Utara karena alasan komunisme.
FIFA ketika itu mengirimkan surat peringatan yang mengancam akan membatalkan kepanitiaan Inggris dan Korea Utara akhirnya diizinkan tampil di Piala Dunia 1966.
Juga di negara kita sendiri ketika munculnya wacana penolakan Israel untuk Piala Dunia U-20 2023 dari Gubernur Bali dan didukung oleh salah satu kandidat calon presiden ketika itu.
Reaksi FIFA ketika itu adalah mencabut kepanitiaan Indonesia dan memindahkan penyelenggaraannya dengan segera ke Argentina.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026








