Akurat Logo

Piala Dunia 2026: Javier Aguirre Sebut Kesuksesan Meksiko ke Fase Gugur Bukti Kedewasaan Tim

Dian Eko Prasetio | 19 Juni 2026, 15:52 WIB
Piala Dunia 2026: Javier Aguirre Sebut Kesuksesan Meksiko ke Fase Gugur Bukti Kedewasaan Tim
Pelatih Tim Nasional Meksiko, Javier Aguirre, saat mendampingi timnya menghadapi Korea Selatan di laga Grup A Piala Dunia 2026 di Zapopan, Meksiko, Jumat (19/6/2026), X/sportskafa

AKURAT.CO, Tim Nasional Meksiko resmi menjadi tim pertama yang mengunci tiket ke babak knockout Piala Dunia 2026 setelah menumbangkan Korea Selatan dengan skor tipis 1-0 di Stadion Guadalajara, Zapopan, Meksiko, Jumat (19/6/2026) pagi WIB.

Kendati tidak menyajikan permainan yang indah, El Tri dipastikan keluar sebagai juara Grup A Piala Dunia 2026. Kemenangan ini membuka jalan bagi Meksiko menuju laga krusial di Stadion Azteca pada babak 32 besar nanti.

Namun, laga ini sekaligus memperlihatkan bahwa baik Meksiko maupun Korea Selatan masih memiliki pekerjaan rumah besar dalam hal kreativitas serangan.

Satu-satunya gol dalam pertandingan ini lahir pada menit kelima puluh akibat kesalahan fatal lini pertahanan Korea Selatan. Berawal dari situasi bola lambung, penjaga gawang Korsel, Kim Seung-gyu, mencoba keluar untuk memotong bola.

Sial bagi Korsel, Kim justru melompat di atas beknya sendiri, Lee Ki-hyuk. Sambil menyenggol kepala sang rekan setim, sikut Kim membentur lawan hingga bola terlepas dari tangkapannya.

https://akurat.co/bola/866667/meksiko-vs-korea-selatan-blunder-fatal-taeguk-bawa-tuan-rumah-lolos-ke-32-besar

Bola liar tersebut langsung disambar oleh Luis Romo untuk mencetak gol internasional kelimanya dari 64 penampilan bersama Timnas Meksiko.

Luis Romo sendiri merupakan salah satu dari tiga perubahan taktik yang diterapkan pelatih Javier Aguirre di mana ia masuk menggantikan Álvaro Fidalgo demi memperkokoh lini tengah.

Jelang laga usai, Korea Selatan sempat mengancam lewat peluang emas Cho Gue-sung. Namun, kiper Meksiko, Raúl Rangel, tampil luar biasa dengan melakukan penyelamatan ganda.

Usai menepis sundulan Cho, Rangel langsung berputar demi mengamankan bola muntah dari sepakan Yang Hyun-jun.

"Ini adalah pertandingan yang sangat taktikal dan mungkin sulit dicerna oleh para penggemar. Kemenangan ini berbicara tentang kedewasaan kami sebagai sebuah tim," kata pelatih Meksiko, Javier Aguirre, dikutip The Guardian.

"Kami sempat lengah sebelum penyelamatan Rangel, tetapi secara keseluruhan, tim ini tahu bagaimana cara mengelola jalannya pertandingan."

Menjalani Piala Dunia ketiganya bersama Meksiko, Javier Aguirre mengaku kini ia jauh lebih tenang dan relaks dalam memimpin ruang ganti.

"Dulu saya jauh lebih ketat. Sekarang saya lebih tenang dan tenang. Sebagai contoh, saya tidak keberatan jika mereka terus menggunakan ponsel pintar mereka sepanjang waktu; padahal di edisi sebelumnya, saya selalu bertengkar dengan mereka soal itu," seloroh Aguirre.

Di kubu lawan, persiapan Korea Selatan sempat terganggu sebelum laga setelah beredarnya video yang diduga jurnalis lokal melontarkan komentar meremehkan terkait masa wajib militer singkat milik sang kapten, Son Heung-min.

Sebagai bentuk protes, para pemain Korsel bahkan sempat melakukan aksi boikot tugas media dua hari sebelum laga.

Kondisi internal yang memanas tampaknya berimbas ke lapangan. Son Heung-min (33 tahun) kembali tampil melempem dan kesulitan keluar dari jebakan offside Meksiko.

Ia bahkan sempat terlihat canggung mengontrol bola saat mendapatkan peluang matang sebelum akhirnya ditarik keluar oleh tim pelatih.

"Hasil hari ini sangat mengecewakan. Kesalahan yang kami buat sangat disayangkan, tetapi kami tidak boleh berkecil hati karena kami akan bersiap lebih baik untuk pertandingan berikutnya," kata Pelatih Korea Selatan, Hong Myung-bo.

Meskipun kalah, peluang Korea Selatan untuk lolos mendampingi Meksiko masih terbuka lebar. Taegeuk Warriors hanya membutuhkan hasil imbang saat bersua Afrika Selatan di laga pamungkas fase grup nanti.

Sementara bagi Meksiko, meski telah menyapu bersih dua kemenangan awal, performa mereka dinilai publik masih sebatas fungsional dan belum menunjukkan taji sebagai kandidat juara yang menakutkan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.