Swedia Kalah dari Prancis, Viktor Gyokeres Sebut Piala Dunia 2026 Pengalaman Tak Terlupakan
AKURAT.CO Langkah Swedia di Piala Dunia 2026 harus terhenti pada babak 32 besar, setelah takluk 0-3 dari Prancis. Meski gagal melaju lebih jauh, penyerang Swedia, Viktor Gyokeres memilih melihat perjalanan timnya dari sisi positif.
Striker Arsenal itu mengaku tetap bangga bisa menjadi bagian dari turnamen sepakbola terbesar di dunia. Baginya, pengalaman tampil di Piala Dunia menjadi momen yang akan selalu dikenang sepanjang kariernya.
Gyokeres menjadi salah satu pemain paling menonjol di skuad Swedia selama turnamen berlangsung. Dia mengemas satu gol dan dua assist, termasuk saat timnya menghancurkan Tunisia dengan skor 5-1 pada laga fase grup.
Baca Juga: Meksiko Mulus ke 16 Besar Usai Bungkam Ekuador dengan 2 Gol di Piala Dunia 2026
Namun, langkah Swedia terhenti ketika harus berhadapan dengan salah satu kandidat kuat juara, Prancis. Les Bleus tampil dominan dan memastikan kemenangan tiga gol tanpa balas.
"Tidak ada yang lebih besar daripada Piala Dunia. Turnamen ini luar biasa dan saya sangat bangga bisa menjadi bagian darinya," ujar Gyokeres dilansir laman FIFA, Rabu (1/7/2026).
Pemain berusia 28 tahun itu juga memberikan apresiasi kepada para pendukung Swedia yang terus memberikan semangat sepanjang pertandingan. Meski jumlah mereka kalah banyak dari suporter Prancis, dukungan tidak pernah berhenti hingga peluit panjang berbunyi.
Menurut Gyokeres, kehadiran para pendukung menjadi salah satu faktor penting yang membawa Swedia mampu menembus putaran final Piala Dunia 2026.
"Mereka adalah alasan kami bisa berada di sini. Kami tidak mungkin bisa melakukan ini tanpa mereka. Saya minta maaf karena kami tidak bisa melangkah lebih jauh di turnamen ini," ucapnya.
Baca Juga: Prancis vs Swedia: Cetak Brace, Kylian Mbappe Kudeta Posisi Dua Top Skor Abadi Piala Dunia
Meski tersingkir lebih cepat, Swedia dinilai telah menunjukkan perkembangan positif. Tim asuhan Graham Potter mampu melewati fase grup dan memberikan optimisme bagi masa depan sepakbola negara tersebut.
Gyokeres pun berharap pengalaman di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko menjadi modal penting bagi generasi baru Swedia untuk terus berkembang menghadapi turnamen internasional berikutnya.
Baginya, kegagalan kali ini bukanlah akhir perjalanan. Justru pengalaman menghadapi lawan-lawan terbaik dunia menjadi bekal berharga untuk membangun tim yang lebih kompetitif pada masa mendatang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Trump Perintahkan Serangan Balasan, AS Kembali Gempur Iran
- 2Daftar Tim Lolos 16 Besar Piala Dunia 2026 dan Jadwal Lengkap Pertandingan Babak Knockout
- 3Bentrokan Berdarah Guncang Iran Barat, Pemberontakan Kurdi Kembali Menguat di Tengah Negosiasi AS-Iran?
- 4Bagan 32 Besar Piala Dunia 2026 Rilis! Ini Jadwal Laga Big Match yang Wajib Tonton
- 5Update Terbaru Bagan 16 Besar Piala Dunia 2026: Jerman dan Belanda Gugur
- 6KPK Dikabarkan Gelar OTT di Kuansing, Sejumlah Pejabat Pemkab Diamankan
- 7Israel Resmi Akui Genosida Armenia, Turki Murka Sebut Upaya Tutupi Kejahatan di Gaza
- 8Afrika Selatan vs Kanada: Gol Menit Akhir Stephen Eustaquio Bawa Tuan Rumah ke 32 Besar
- 9Presiden Prabowo Terima Medali Loka Praja Samrakshana, Simbol Perlindungan dan Pengayoman pada Masyarakat
- 10Prabowo: Kita Hormati Kritik, Tapi Jangan Sampai Demokrasi Dirusak Kepentingan Asing







