Akurat Logo

Piala Dunia 2026: Nasib Mauricio Pochetino Sebagai Pelatih Amerika Serikat di Ujung Tanduk

Zainal Hasan | 9 Juli 2026, 18:52 WIB
Piala Dunia 2026: Nasib Mauricio Pochetino Sebagai Pelatih Amerika Serikat di Ujung Tanduk
Pelatih Tim Nasional Amerika Serikat, Mauricio Pochettino, saat mendampingi timnya menghadapi Belgia di babak 16 besar Piala Dunia 2026 di Seattle, Amerika Serikat, Selasa (7/7/2026). X/Fabrizio Romano

AKURAT.CO, Federasi Sepakbola Amerika Serikat (US Soccer) belum mengambil keputusan mengenai masa depan Mauricio Pochettino setelah Timnas Amerika Serikat tersingkir di babak 16 besar Piala Dunia 2026. 

Evaluasi menyeluruh akan dilakukan US Soccer sebelum menentukan kelanjutan kerja sama dengan pelatih asal Argentina tersebut.

Mauricio Pochettino yang mulai menangani The Yanks pada September 2024 diketahui memang hanya memiliki kontrak hingga berakhirnya Piala Dunia 2026. Karena itu, nasibnya kini menjadi perhatian setelah gagal membawa tim tuan rumah memenuhi ekspektasi publik.

Perjalanan Amerika Serikat di turnamen harus terhenti usai menelan kekalahan telak 1-4 dari Belgia pada babak 16 besar. Hasil di Seattle Stadium, Seattle, Amerika Serikat, itu sekaligus mengakhiri ambisi tuan rumah Piala Dunia 2026 untuk melangkah lebih jauh di depan pendukung sendiri.

Dalam pernyataan resminya, US Soccer mengungkapkan bahwa pembicaraan mengenai masa depan Pochettino sebenarnya sudah dilakukan sebelum Piala Dunia dimulai. Kedua belah pihak sepakat melanjutkan diskusi setelah turnamen selesai.

"Kami memiliki rasa hormat dan apresiasi yang sangat besar kepada Mauricio, staf kepelatihannya, serta seluruh orang yang menjadi bagian dari program tim nasional ini," tulis pernyataan resmi US Soccer, dikutip dari Reuters.

Federasi juga menilai hampir dua tahun bekerja bersama Pochettino memberikan banyak pelajaran bagi perkembangan sepakbola Amerika Serikat. Namun, mereka mengakui masih banyak aspek yang perlu dibenahi untuk bersaing dengan negara-negara elite.

https://akurat.co/bola/871671/as-vs-belgia-takluk-1-4-paman-sam-tersungkur-di-16-besar-piala-dunia

"Kami sama-sama merasakan antusiasme terhadap potensi yang dimiliki tim ini. Pada saat yang sama, kami juga memiliki pemahaman yang jelas mengenai besarnya pekerjaan yang masih harus dilakukan di semua lini untuk mewujudkan ambisi kami," lanjut pernyataan tersebut.

Sorotan terhadap Pochettino semakin tajam setelah kekalahan dari Belgia. Kamera televisi sempat menangkap ekspresi frustrasinya saat menendang botol minuman di area teknis di tengah pertandingan.

Meski demikian, pelatih berusia 54 tahun itu belum memberikan kepastian apakah ingin melanjutkan karier bersama Timnas Amerika Serikat. Seusai laga, ia hanya mengevaluasi perjalanan yang telah dijalani sejak dipercaya menangani tim nasional.

"Ada banyak hal yang berjalan dengan baik, tetapi juga ada hal-hal yang tidak berjalan sesuai harapan selama hampir dua tahun kami bersama tim ini," ujar Pochettino.

Ia tetap menilai pengalaman melatih Amerika Serikat sebagai sesuatu yang berharga. "Perjalanan (bersama Timnas AS) ini sungguh luar biasa," ucap mantan pelatih Tottenham Hotspur, Paris Saint-Germain, dan Chelsea tersebut.

US Soccer diperkirakan akan segera menggelar pembicaraan lanjutan dengan Pochettino dalam beberapa pekan ke depan. Hasil evaluasi itu akan menentukan arah pembangunan Timnas Amerika Serikat setelah gagal memenuhi target di Piala Dunia 2026.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.