Akurat Logo

Piala Dunia 2026: Spanyol atau Belgia? Kylian Mbappe Ogah Pusing Siapa Lawan Prancis di Semifinal

Dian Eko Prasetio | 10 Juli 2026, 18:38 WIB
Piala Dunia 2026: Spanyol atau Belgia? Kylian Mbappe Ogah Pusing Siapa Lawan Prancis di Semifinal
Penyerang Tim Nasional Prancis, Kylian Mbappe, saat merayakan kemenangan timnya atas Maroko di perempat final Piala Dunia 2026 di Stadion Boston, Foxborough, Amerika Serikat, Kamis (9/7/2026). X/equipedefrance

AKURAT.CO, Kapten Tim Nasional Prancis, Kylian Mbappe, kembali menunjukkan karismanya di luar lapangan usai mengantarkan Les Bleus membungkam Maroko di babak perempat final Piala Dunia 2026.

Publik Prancis bahkan sempat dibuat ketar-ketir saat melihat sang kapten ditarik keluar di menit-menit akhir babak kedua akibat mengalami masalah pada kakinya. Namun, Kylian Mbappe dengan cepat menepis kekhawatiran tersebut.

"Saya baik-baik saja. Hanya ada benturan sedikit di engkel, tapi tidak apa-apa. Jean-Philippe Mateta berada dalam kondisi fisik yang lebih baik daripada saya untuk bertarung di 15 menit terakhir laga," kata Kylian Mbappe dikutip Marca.

Prancis kini tinggal menunggu pemenang duel antara Spanyol melawan Belgia untuk dihadapi di babak empat besar. Menanggapi calon lawan mereka nanti, Mbappe memilih bersikap kalem dan tidak mau jemawa.

"Bagi saya itu tidak masalah. Jika kami harus menghadapi Belgia, maka jadilah Belgia. Jika Spanyol, maka Spanyol. Kita lihat saja apa yang akan terjadi nanti. Ini adalah babak semifinal, dan laganya pasti akan selalu berjalan sulit," ujar Mbappe.

Di usianya yang kian matang, Mbappe mengakui kini memikul tanggung jawab yang jauh lebih besar di dalam skuad asuhan Didier Deschamps, terutama sebagai mentor bagi para wonderkid Prancis.

https://akurat.co/bola/872625/piala-dunia-2026-didier-deschamps-puji-pemain-cadangan-dalam-kemenangan-prancis-atas-maroko

"Tentu saja saya merasa sangat nyaman di tim ini. Ini adalah kelompok yang sangat saya pedulikan. Banyak dari mereka adalah teman lama saya, namun kini ada banyak pemain muda yang melihat saya sebagai salah satu pemain paling senior," ucapnya.

Ia menegaskan bahwa tugas utamanya saat ini adalah menjaga stabilitas emosional ruang ganti berkat pengalaman masifnya di panggung dunia.

"Saya harus memberikan contoh, terutama dari sisi emosional. Secara taktik, apa yang terjadi di lapangan adalah soal sepakbola. Tapi secara emosi, saya punya pengalaman lebih karena telah memainkan laga Piala Dunia lebih banyak dari siapa pun di tim ini. Tugas saya adalah menularkan pengalaman itu kepada rekan-rekan," tambahnya.

Laga kontra Maroko juga menjadi momen emosional tersendiri bagi Mbappe karena ia harus berhadapan langsung dengan sahabat kentalnya di level klub, Achraf Hakimi. Meski sedih, Mbappe menegaskan sportivitas harus berada di atas segalanya saat berada di lapangan.

"Di lapangan, tidak ada ruang untuk emosi. Kami di sini untuk menang, dan dia (Hakimi) juga punya misi yang sama. Rasa emosional itu mungkin baru akan terasa berat saat saya menemuinya kembali di ruang ganti, karena di sanalah kami kembali menjadi manusia biasa dan sepasang sahabat. Tapi di lapangan, tidak ada perasaan," katanya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.