Akurat Logo

Evaluasi John Herdman Harusnya Hari Ini, Mundur karena Kesibukan Erick Thohir

Dian Eko Prasetio | 10 Agustus 2026, 17:55 WIB
Evaluasi John Herdman Harusnya Hari Ini, Mundur karena Kesibukan Erick Thohir
Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, saat berbicara dengan Presiden Prabowo Subianto dan Ketum PSSI, Erick Thohir, di kediaman Prabowo di Hambalang, Jawa Barat, Jumat (19/6/2026).

AKURAT.CO, PSSI memastikan bakal menggelar rapat evaluasi bersama pelatih Timnas Indonesia, John Herdman.

Langkah ini diambil menyusul kegagalan skuad Garuda melangkah dari fase grup ajang ASEAN Championship atau Piala AFF 2026.

Sekretaris Jenderal PSSI, Yunus Nusi, mengungkapkan bahwa proses evaluasi merupakan prosedur standar yang selalu diterapkan oleh Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, seusai Timnas Indonesia merampungkan keikutsertaan di sebuah turnamen.

"Sebagaimana yang selalu dilakukan oleh Ketua Umum, baik itu Timnas kita berprestasi maupun tidak, akan ada diskusi dan evaluasi dari semua event yang dilakukan, termasuk dengan Timnas yang AFF kemarin gagal," kata Yunus Nusi saat ditemui di Kantor Kemenpora, Senayan, Jakarta, Senin (10/8/2026).

Yunus membeberkan, agenda evaluasi awal sejatinya dijadwalkan berlangsung pada hari ini, Senin 10 Agustus.

Namun, pembahasan bersama juru taktik asal Inggris tersebut harus diundur lantaran kesibukan mendadak Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, yang juga menjabat sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora).

"Harusnya malam ini, tapi Ketua Umum tiba-tiba ada kegiatan kementerian lainnya. Mungkin di waktu atau beberapa hari ke depan kita akan ada evaluasi," kata Yunus.

https://www.akurat.co/bola/880551/pssi-evaluasi-total-timnas-indonesia-usai-gagal-ke-semifinal-piala-aff

Gugurnya Indonesia di fase grup Piala AFF 2026 diakui Yunus cukup mengejutkan PSSI. Kendati demikian, federasi pasang badan dan meminta publik sepakbola nasional, suporter, serta warganet untuk tidak melancarkan kritikan destruktif kepada para pemain.

Yunus menegaskan bahwa jajaran pemain yang tampil di Piala AFF merupakan aset jangka panjang sepakbola Indonesia yang telah berjuang maksimal di lapangan.

"Kita tahu mereka ini aset masa depan. Kita harus objektif melihat bahwa anak-anak ini telah memberikan yang terbaik," imbau Yunus.

Ia mencontohkan bagaimana skuad Garuda sebelumnya mampu menorehkan hasil positif saat mengalahkan tim dengan peringkat FIFA jauh di atas Indonesia, seperti Oman dan Mozambik, hingga memberi perlawanan sengit saat bersua Bulgaria.

Lebih lanjut, Yunus membeberkan faktor utama di balik kurang maksimalnya kedalaman skuad Indonesia di Piala AFF 2026.

Sebanyak 14 pemain pilar terpaksa absen lantaran PSSI memilih memberi keleluasaan serta menjaga hubungan baik dengan klub-klub pemilik pemain.

Kebijakan ini diambil demi menjaga kondisi fisik dan menghindari cedera para pemain utama mengingat Indonesia dihadapkan pada kalender kompetisi yang jauh lebih krusial dan bergengsi dalam waktu dekat.

"Ada kurang lebih 14 pemain yang tidak memperkuat skuad di AFF. PSSI menyadari dan tidak memaksa mereka demi menjalin kerja sama baik dengan klub," katanya.

"Saya bisa bayangkan kalau mereka ikut, tentu kita bisa meraih hasil terbaik. Namun, kita harus menjaga kondisi mereka karena ada agenda besar yang menanti."

Agenda besar yang dimaksud di antaranya ajang berlabel resmi FIFA ASEAN Cup 2026 pada September mendatang, agenda FIFA Matchday melawan negara kontestan Piala Dunia, hingga putaran final Piala Asia (AFC) pada Januari mendatang.

"FIFA ASEAN Cup di bulan September ini membawa gengsi negara karena ada label resmi FIFA," kata Yunus.

"Nanti juga ada FIFA Matchday lawan tim peserta Piala Dunia yang akan diumumkan Ketua Umum, serta ajang AFC di bulan Januari. Jadi mari kita jaga para pemain ini bersama-sama."

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.