Asparnas: Pembangunan Bandara Mentawai Bisa Genjot Pariwisata

AKURAT.CO Pembangunan Bandar Udara Mentawai (BUM) di Pulau Sipora, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatra Barat, hampir rampung.
Bandara yang awalnya disebut Bandara Rokot itu dikebut pembangunannya dalam rangka akselerasi infrastruktur untuk menunjang mobilitas dari dan ke Mentawai.
Keberadaan Bandara Mentawai ini diharapkan dapat menggenjot perkembangan pariwisata di wilayah setempat.
"Ini yang kita tunggu-tunggu selama ini kapan Mentawai ada Airport-nya. Kita semua mengetahui perkembangan pariwisata sangat tergantung pada kemudahan mencapai tempat wisata tersebut, begitu juga biayanya. Sekarang ada harapan besar atas perkembangan pariwisata yang akan semakin berkembang dan maju di sana. Dari segi wisatawan tentunya akan sangat gembira karena mereka bisa ke sana dengan lebih cepat dan nyaman serta biaya lebih murah," jelas Ketua Umum Asosiasi Pariwisata Nasional (Asparnas), Dr Ngadiman, dalam keterangannya, Senin (11/9/2023).
Menurut dia, bagi investor, adanya Bandara Mentawai akan sangat bermanfaat untuk melakukan pembangunan infrastruktur pariwisata seperti pembangunan hotel dan berbagai sarana pendukung.
Sedangkan keuntungan bagi Pemkab Kepulauan Mentawai adalah meningkatnya pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor pariwisata.
"Tentunya keuntungan yang didapatkan oleh masyarakat setempat yang berpotensi terbukanya lapangan pekerjaan dan usaha-usaha turunan lainnya. Mudah-mudahan ini menjadi babak baru perkembangan pariwisata Mentawai ke depan untuk semakin maju," Ngadiman berharap.
Ketua Bidang Hukum Asparnas, Rinto Wardana Samaloisa menambahkan, kelas dan kapasitas Bandara Rokot memang sudah seharusnya ditingkatkan karena keberadaannya menjawab persoalan transportasi yang sering dikeluhkan untuk datang ke Mentawai.
Setelah itu mesti dibuat transportasi penghubung antarpulau, di mana pelabuhan harus dibuat di ujung Pulau Sipora seperti di Katiet atau Sao yang dekat dengan Pulau Pagai Utara, sehingga penyeberangan dari Pagai Utara ke Sipora dapat diperpendek. Begitu juga di Pulau Siberut yang dekat dengan Sipora harus dibuat pelabuhan.
"Jika ini dapat dilakukan maka arus mobilitas warga dan para turis di keempat pulau utama di Mentawai tidak ada kendala lagi," kata Rinto yang juga salah satu penggagas nama Bandara Mentawai.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







