Cuaca Ekstrem, Masyarakat dan Wisatawan di Bali Harus Waspada Gelombang Pasang

AKURAT.CO Dalam beberapa hari ke depan, wisatawan dan penduduk di Bali diimbau untuk memperhatikan peringatan cuaca ekstrem yang dikeluarkan oleh Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG) Bali.
Petugas dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga bersiaga untuk memberikan dukungan.
Dilansir dari The Bali Sun, Rabu (20/3/2024), peringatan cuaca ekstrem dan peringatan gelombang tinggi diberlakukan di seluruh Provinsi Bali dari 14-16 Maret dan kemungkinan akan diperpanjang lagi ketika prakiraan cuaca terkini diumumkan pada akhir pekan.
Pantai wisata paling populer di Bali mengeluarkan peringatan gelombang pasang dan wisatawan diimbau untuk tidak memasuki air sampai cuaca tenang.
Baca Juga: Rusia Bakal Gelar Acara Tandingan Olimpiade Paris, IOC Sebut Politisasi Olahraga
Setelah terbit peringatan cuaca, penjaga pantai di Bali meningkatkan kewaspadaannya. Namun, shift ini tidak akan beroperasi selama 24 jam.
Penjaga pantai Bali di kawasan Pantai Kuta akan beroperasi dalam dua shift selama beberapa hari ke depan. Shift pertama berlangsung pada pukul 07.00-13.00 WITA dan shift kedua pada pukul 12.00-19.00 WITA. Sebanyak 117 petugas penyelamat dari Unit Pelaksana Teknis (UPT) Balawista Kuta telah dikerahkan di kawasan tersebut.
Kepala UPT Balawista Kuta I, Ketut Ipel, menjelaskan tentang risiko gelombang pasang di sepanjang garis pantai resor populer tersebut.
“Gelombang pasang pada hari Kamis cukup besar, bahkan mencapai daratan; kami dari Balawista melakukan langkah preventif dan lebih sigap mengantisipasi hal-hal yang tidak kita inginkan,” kata Ipel.
Baca Juga: Tangkap Ojol yang jadi Kurir Narkoba, Polisi Amankan Ribuan Ekstasi di Teluk Gong Raya Jakarta Utara
Ipel memastikan, sebagai upaya preventif, pihaknya juga telah memasang bendera merah di beberapa titik strategis di sepanjang Pantai Kuta. Bendera merah merupakan tanda bagi wisatawan dan pengunjung pantai untuk tidak berenang atau melakukan aktivitas di laut selama peringatan ini berlaku.
“Saat ini kondisi di lapangan aman, namun kami sudah memasang bendera merah yang artinya wisatawan untuk sementara dilarang berenang ke laut,” jelas Ipel.
“Kami selalu mengimbau pengunjung pantai untuk menaati rambu-rambu yang kami pasang di tempat-tempat yang rawan kecelakaan laut. Saya memperkirakan kondisi seperti ini akan berlangsung hingga Purnama Kedasa (bulan purnama). Mungkin itu yang menjadi highlightnya. Tapi mudah-mudahan tidak,” tambahnya.
Diketahui bulan purnama berikutnya akan jatuh pada 25 dan 26 Maret. Oleh karena itu, masyarakat hingga wisatawan diimbau untuk selalu waspada di cuaca ekstrem saat ini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026









