Akurat
Pemprov Sumsel

Pj Gubernur Agus Fatoni Sebut Peran Dokter Kandungan Sangat Penting dalam Edukasi Stunting pada Masyarakat

Mukodah | 22 April 2024, 20:12 WIB
Pj Gubernur Agus Fatoni Sebut Peran Dokter Kandungan Sangat Penting dalam Edukasi Stunting pada Masyarakat

AKURAT.CO Penjabat Gubernur Sumatera Selatan, Agus Fatoni, menyebut peran dokter obsteri dan ginekologi (obgyn) atau lebih dikenal dengan dokter kandungan sangat penting dalam memberikan edukasi mengenai stunting pada masyarakat, terutama calon pengantin perempuan dan calon ibu.

Hal itu disampaikannya dalam Gala Dinner 5th Regional Obgyn Sumatera Update (ROSADE) di Griya Agung, Palembang, yang digelar Minggu (21/4/2024).

"Peran bapak/ibu sangat penting dalam memberi edukasi bahwa bayi stunting itu perlu mendapat makanan dengan gizi yang cukup. Oleh karena itu, peran dari PKK dan posyandu di desa-desa maupun kelurahan-kelurahan sangatlah penting," kata Fatoni.

Sebagaimana diketahui, angka kematian ibu dan bayi merupakan salah satu indikator penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Baca Juga: Pj Ketua TP PKK Tyas Fatoni Komitmen Turunkan Prevalensi Stunting di Sumsel

Oleh karena itu, Fatoni menilai bahwa angka kematian ibu dan bayi perlu menjadi perhatian bersama.

"Tentu tantangan ibu dan calon bayi menuju kelahiran yang sehat menjadi tantangan kita bersama, baik pemerintah maupun para dokter. Oleh karena itu, kebersamaan sangatlah penting terutama dalam menangani stunting," jelasnya.

Sebagaimana diketahui, Pemprov Sumsel telah mencanangkan Gerakan Penanganan Stunting Serentak Se-Sumsel (GPSSS).

Melalui gerakan ini, pemprov bersama kabupaten/kota juga seluruh stakeholder terkait bersama-sama mengentaskan stunting di Sumsel dengan beberapa program unggulan, salah satunya adalah Ayah-Ibu Asuh Stunting.

"Pengentasan stunting untuk bayi-bayi ini bisa diangkat sebagai anak asuh. Maka program Ayah-Ibu Asuh Stunting ini sudah kita canangkan. Jika kita break down per desa atau kelurahan itu biasanya ada dua atau lima anak penderita stunting. Artinya, jika penanganan stunting sudah dilaksanakan dari desa dan diangkat menjadi anak asuh itu tidak terlalu berat. Dengan cara apa tentunya dengan memberikan makanan sehat dan gizi yang cukup kepada mereka," Fatoni memaparkan.

Dalam kesempatan ini, Fatoni menyebut dokter merupakan salah satu profesi yang paling banyak diminati.

Hal ini tentunya dikarenakan dengan menjadi dokter maka banyak kebaikan yang dilakukan, salah satunya adalah dengan menyelamatkan nyawa orang lain.

Baca Juga: Agus Fatoni Ajak Pegawai di Lingkungan Pemprov Sumsel untuk Terus Berinovasi dan Tingkatkan Kapasitas Bekerja

"Kami mengucapkan selamat datang di Sumsel, kami sebagai tuan rumah mengaku sangat bangga bisa dipercaya. Mudah-mudahan dapat menjadi ajang silaturahmi, kontribusi di berbagai program dan banyak hal positif lainnya," ucapnya.

"Saya ucapkan selamat untuk mengikuti ROSADE kelima. Semoga kesuksesan dan keberhasilan selalu bersama kita semua dan semoga Allah SWT selalu beri kesehatan bagi kita semua," sambung Fatoni.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Pengurus Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI), dr Ferry Yusrizal, mengatakan kegiatan ini bertujuan guna meningkatkan pengetahuan bagi para dokter spesialis obgyn dan stakeholder lainnya.

"Mudah-mudahan kegiatan ini bermanfaat, khususnya bagi peserta dan masyarakat dengan berbagai dokter yang sudah di-update ilmunya. Ini tentunya diharapkan mereka mendapat mutu yang lebih baik dan mampu mengedukasi masyarakat sehingga dapat menurunkan angka kematian ibu dan bayi serta stunting," jelasnya.

"Selain itu, kita juga turut berkontribusi terhadap kesehatan masyarakat luas," lanjut Ferry.

Dalam kesempatan ini turut hadir sejumlah pejabat, di antaranya Kepala Dinas Kesehatan Sumsel, Kepala Dinas Perhubungan Sumsel, Kepala Badan Kesbangpol Sumsel, Kasatpol PP Sumsel, Direktur RSUD Siti Fatimah, Direktur RS Ernaldi Bahar dan sejumlah tamu undangan lainnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
Reporter
Mukodah
W
Editor
Wahyu SK