AKURAT.CO Ketua Mahkamah Agung (MA), M. Syarifuddin, ternyata piawai membaca puisi. Jiwa seninya itu ditunjukan Syarifuddin saat membacakan puisi di acara reuni sekaligus Halalbihalal Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta dan Pagelaran Seni yang digelar di Teater Ciputra Art Preneur, Jakarta Selatan, Minggu (28/4/2024).
Sesaat sebelum membacakan puisi, Syarifuddin mengatakan bahwa sebetulnya dia sedikit merasa tegang saat diminta membacakan puisi di depan rekan-rekan alumni UII, tapi karena dirinya diberi kesempatan yang pertama kali membaca puisi, ketegangan yang dirasakannya tidak terlalu besar.
“Kalau saya mendapat kesempatan membaca puisi yang terakhir, mungkin saya lebih tegang,” kata Syarifuddin.
Baca Juga: Mengenal Megatron, Mainan Robot yang Keren dan Canggih
Di acara halalbihalal ini, tampilnya Syarifuddin secara khusus membacakan puisi, tidak hanya karena jabatannya sebagai Ketua MA, namun Guru Besar Ilmu Hukum ini juga merupakan Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) IKA UII periode 2020-2025.
Selain Syarifuddin, sejumlah tokoh alumni UII juga satu persatu membacakan puisi di acara Halal Bihalal IKA UII ini. Mulai dari Mantan Calon Wakil Presiden yang juga Ketua Dewan Penasehat IKA UII, Mahfud MD, Advokat Senior yang juga Sekjen DPP IKA UII Ari Yusuf Amir hingga Rektor UII Prof. Fathul Wahid.
Di atas panggung, Ari Yusuf Amir membacakan puisi berjudul Kalah itu Mahkota. Puisinya tersebut ditutup dengan kalimat 'Kami memang Kumpulan orang-orang kalah, Tapi kami bukan kumpulan para pecundang. Dengan badan tegak kami Tunaikan amanah menjaga bangsa ini.'
Baca Juga: Tottenham vs Arsenal: The Gunners Rebut Derbi London, Jauhi City di Puncak Klasemen
Acara halalbihalal yang dihadiri para alumni UII dari berbagai daerah ini juga menampilkan sejumlah pertunjukan seni dan hiburan, mulai dari pertunjukan seni Betawi Tanjidor dan Tari Nandak, monolog yang dibawakan oleh seniman asal Yogyakarta Butet Kartaredjasa hingga Stand-up Comedy Cak Lontong dan Akbar yang mampu mengocok perut penonton dengan guyonannya yang cerdas.
Sekjen DPP IKA UII Ari Yusuf Amir menjelaskan bahwa UII mengembangkan sikap dasar berupa egalitarianisme dalam pergaulan, demokratis dalam bertindak dan liberalisasi dalam berpikir. Namun, tetap dalam keislaman.
“Tiga karakter dasar itu yang melekat kuat pada pribadi alumninya. Kita dididik untuk selalu jadi pejuang,” kata Ari yang juga Ketua Tim Hukum Nasional Pasangan Calon Presiden-Calon Wakil Presiden, Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (THN AMIN).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal





