Akurat
Pemprov Sumsel

Ekspor 50 Ribu Ton Jagung Gorontalo ke Filipina, Mentan Ingin Petani Sejahtera

Mukodah | 30 Mei 2024, 10:36 WIB
Ekspor 50 Ribu Ton Jagung Gorontalo ke Filipina, Mentan Ingin Petani Sejahtera

AKURAT.CO Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, melepas ekspor perdana komoditas jagung sebesar 50.000 ton menuju Filipina.

Selain itu, Mentan juga mengirim jagung untuk pasar domestik di seluruh Indonesia.

Kegiatan ini merupakan rangkaian kerja pemerintah dalam meningkatkan volume ekspor dan juga meningkatkan produktivitas jagung di Provinsi Gorontalo.

"Ini luar biasa karena lima bulan lalu kita impor 250 ribu ton tetapi hari ini kita mengekspor ke Filipina 50 ribu ton. Ini adalah kebangkitan kita di sektor pangan khususnya jagung dan bahkan mereka telah mengirim ke beberapa daerah sebanyak 264 ribu ton," jelas Mentan dalam pelepasan ekspor jagung di Kecamatan Anggrek, Gorontalo, pada Rabu (29/5/2024).

Baca Juga: Percepat Pengembangan Merauke Jadi Lumbung Pangan, Mentan Amran Maksimalkan Penggunaan Teknologi

Mentan menargetkan Provinsi Gorontalo menjadi percontohan keberhasilan daerah dalam meningkatkan produksi dan kesejahteraan petani secara cepat.

Diharapkan tahun depan Gorontalo mampu mencapai produksi di atas 2 juta ton dari produksi saat ini yang hanya 1,5 juta ton.

"Oleh karena itu, kami beri bantuan benih 100 ribu hektare untuk Provinsi Gorontalo. Insya Allah tahun depan Gorontalo mencapai target di atas dua juta ton. Aku yakin pasti bisa karena orang Gorontalo sangat hebat. Saya juga mengapresiasi Gorontalo yang telah membuka wajah kita di mata internasional dari impor ke ekspor," katanya.

Menurut Mentan, pertanian adalah sektor paling strategis yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan perekonomian nasional.

Karena itu, ke depan, Kementan menargetkan swasembada dan juga Indonesia lumbung pangan dunia.

Baca Juga: Mentan Gandeng Himpuni Guna Wujudkan Swasembada Pangan

"Dulu kita swasembada tiga kali dan yang melakukan ini kita semua. Tetapi tahun ini harus kita tingkatkan menjadi lumbung pangan dinia karena itu berbagai program yang ada ini perlu disempurnakan," jelasnya.

Penjabat Gubernur Gorontalo, Rudy Salahuddin, mengaku bersyukur atas kerja keras petani dan juga dukungan langsung jajaran Kementan yang terus berupaya meningkatkan produksi jagung di wilayah kerjanya.

Dia mengatakan, saat ini produksi di Gorontalo meningkat 52,8 persen, sehingga siap berkontribusi pada kebutuhan nasional.

Diketahui, target luas tanam jagung di Provinsi Gorontalo mencapai 356 ribu hektare dengan produksi jagung mencapai 1,5 juta ton atau meningkat dari tahun sebelumnya yang hanya 1 juta ton.

Dengan kondisi tersebut, Provinsi Gorontalo siap berkontribusi memenuhi kebutuhan nasional.

"Alhamdulillah, saat ini ada kapal yang akan mengirim jagung sebanyak 10 ribu ton dari Gorontalo ke Jakarta dari total pengiriman antarpulau sebanyak 264 ribu ton periode Januari-Mei 2024 ini. Kami juga telah melepas ekspor 50 ribu ton atau senilai Rp209 miliar, terdiri dari beberapa perusahaan," paparnya.

Wakil Ketua DPR, Rachmat Gobel, yang turut hadir pada kegiatan ini mendukung penuh upaya pemerintah, baik pusat maupun daerah, dalam memenuhi kebutuhan dalam negeri, terutama dari sisi produksi di wilayah Gorontalo.

Baca Juga: Antisipasi, Kementan Persiapkan Kondisi Musim Kering di Lahan Pertanian

Baginya, kegiatan ekspor adalah bukti bahwa Gorontalo merupakan wilayah subur yang terus memberi kontribusi positif bagi kemajuan Indonesia.

"Kegiatan ini telah memberi cahaya bagi masyarakat Gorontalo bahwa kebangkitan daerah ini, dari yang tadinya merupakan daerah miskin kelima menjadi daerah yang makmur. Insya Allah ke depan tambah makmur berkat kehadiran Pak Menteri dan Pak Gubernur," katanya.

Mengenai hal ini, Rachmat juga menyampaikan terima kasih atas pembangunan Bendungan Bulango Ulu yang telah mengairi lahan lahan pertanian Gorontalo sehingga menjadi subur.

Selain itu, dia juga berterima kasih atas dukungan Mentan yang telah memberikan kemudahan pupuk serta sarana dan prasarana lainya.

"Ini merupakan kerja keras yang sangat positif. Dan saya sampaikan kepada Bapak Presiden, bendungan ini proyek strategis karena terbukti mampu meningkatkan produktivitas pertanian termasuk beras, jagung dan lain sebagainya," jelasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
Reporter
Mukodah
W
Editor
Wahyu SK