Ribuan Pengungsi Letusan Gunung Lewotobi di Kabupaten Sikka Ditangani dengan Baik

AKURAT.CO Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan pengungsi korban letusan Gunung Lewotobi Laki-Laki yang berjumlah 2.000 orang di Kabupaten Sikka mendapatkan penanganan yang baik.
Selain dari mereka yang berada di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur.
"Sekitar dua ribu jiwa mengungsi ke Kabupaten Sikka juga tidak luput dari pengawasan," kata Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB, Lukmansyah, melalui keterangan yang dierima di Jakarta, Jumat (8/11/2024).
Dia menjelaskan, Gunung Lewetobi Laki-Laki berada di Kabupaten Flores Timur, namun banyak warga berada dalam radius bahaya yakni tujuh kilometer dari bukaan kawah gunung api memilih mengungsi ke wilayah tetangga yaitu Kabupaten Sikka.
Petugas gabungan di lapangan mengonfirmasi sebagian besar korban mengungsi ke tempat pengungsian yang disiapkan pemerintah di Desa Kringa dan Desa Hikong, Kecamatan Talibura, Sikka, karena berbatasan langsung dengan Flores Timur.
Baca Juga: VIRAL Curhat Wanita Baru 2 Bulan Nikah Ngeluh Suami tak Sesuai Ekspektasi, Apa Respons Islam?
Adapun, lokasi pengungsian yang memanfaatkan bangunan rumah ibadah, ruang kelas dan tenda darurat tersebut sudah dilengkapi dengan barang kebutuhan pokok, alat masak, perlengkapan pengungsian, obat-obatan beserta tenaga medis.
"Kesehatan juga kami cek. Perawat dan dokternya 24 jam harus membantu mengatasi sakitnya pengungsi. Termasuk guru untuk pengajaran bagi anak-anak yang mengungsi," jelas Lukmansyah.
Pusdalops BNPB mencatat jumlah pengungsi korban erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki total ada sebanyak 5.816 orang atau bertambah dari sehari sebelumnya sebanyak 4.436 orang pada Kamis kemarin.
Jumlah ini sudah termasuk korban di Kabupaten Flores Timur yang di antaranya berada di Desa Lewolaga, Hokeng dan Konga.
Baca Juga: Enggak Nyangka, Ternyata Ini Alasan Adhisty Zara Tinggalkan JKT48
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









