2.500 Jiwa Terdampak Bencana Alam di Sukabumi Harus Segera Direlokasi

AKURAT.CO Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bahwa sebanyak 2.500 jiwa terdampak bencana banjir dan tanah longsor di Kabupaten Sukabumi harus segera direlokasi.
"Sebanyak 2.500 jiwa yang terdampak bencana harus segera direlokasi, untuk memastikan keselamatan mereka," kata Kepala BNPB, Suharyanto, melalui keterangan resmi, Minggu (15/12/2024).
Selain itu, ada sebanyak 129 Kepala Keluarga (KK) harus direlokasi sementara karena rumah mereka hancur dan berada di lokasi rawan.
Baca Juga: Pegadaian Kanwil X Jabar Serahkan Bantuan untuk Korban Bencana di Kabupaten Sukabumi
Menurut Kepala BNPB, proses relokasi butuh penataan lahan yang matang, baik dari lahan milik pemerintah maupun pihak swasta.
"Kami sedang mengidentifikasi beberapa opsi lahan relokasi, baik yang berasal dari lahan milik pemerintah provinsi dan daerah, maupun lahan swasta yang akan dibeli oleh pemerintah. Selain itu, kami juga akan membahas kemungkinan penggunaan lahan perhutani untuk relokasi warga terdampak bencana," jelasnya.
Kepala BNPB juga mengingatkan langkah pemulihan pasca-bencana dan koordinasi antar instansi dalam memastikan distribusi bantuan dan pemulihan dapat berjalan lancar.
Baca Juga: Sebabkan Banjir Bandang, Pemerintah Diminta Moratorium Izin Tambang di Sukabumi
Ia menekankan pentingnya kerja sama antara BNPB, pemerintah daerah serta aparat terkait dalam menangani dampak bencana.
"Kami ingin memastikan bahwa setiap langkah yang diambil dapat mempercepat pemulihan dan membantu masyarakat yang terdampak. Kolaborasi antara berbagai pihak sangat penting dalam situasi seperti ini," ujar Kepala BNPB.
Selain itu, ia mengingatkan langkah-langkah lanjutan dalam pemetaan kebutuhan pengungsi dan distribusi bantuan serta evaluasi terhadap penanganan darurat yang telah dilakukan.
Baca Juga: DPR Siap Fasilitasi Trauma Healing untuk Para Korban Bencana di Sukabumi
Kepala BNPB mengapresiasi upaya pemerintah daerah dalam menangani situasi darurat.
Serta berharap semua pihak dapat terus berkoordinasi untuk memberikan solusi yang terbaik bagi masyarakat yang terdampak.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK






