Akurat
Pemprov Sumsel

Kementerian PU Rampungkan Rehabilitasi dan Renovasi Infrastruktur Pascagempa Cianjur

Mukodah | 16 Desember 2024, 22:10 WIB
Kementerian PU Rampungkan Rehabilitasi dan Renovasi Infrastruktur Pascagempa Cianjur

AKURAT.CO Gempa bumi yang mengguncang Kabupaten Cianjur pada 21 November 2022 menyisakan banyak kerusakan, termasuk infrastruktur pendidikan.

Banyak bangunan sekolah rusak parah, membuat para siswa dan tenaga pengajar terpaksa belajar dalam kondisi yang tidak layak.

Kerusakan tidak hanya terjadi pada gedung utama sekolah tetapi juga fasilitas penunjang seperti ruang kelas, laboratorium, ruang perpustakaan dan sarana olahraga.

Baca Juga: Prabowo Minta Pembangunan Infrastruktur Harus Berkualitas Tapi Tetap Efisien

Sebagai respons atas bencana ini, Direktorat Prasarana Strategis, Direktorat Jenderal Cipta Karya, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengambil langkah cepat untuk membantu memulihkan pendidikan di Cianjur.

Saat ini seluruh pengerjaan rehabilitasi dan renovasi infrastruktur terdampak gempa di Cianjur telah selesai.

Plt. Dirjen Cipta Karya, Endra Saleh Atmawidjaja, menjelaskan, salah satu fokus utama dari upaya pemulihan adalah sektor pendidikan, dengan pembangunan dan perbaikan fasilitas di berbagai instansi.

Baca Juga: AHY Terima Delegasi Japinda, Bahas Peluang Kerja Sama Infrastruktur Indonesia-Jepang

Di antaranya rehabilitasi SMAN 2 Cianjur yang mencakup perbaikan Gedung A, C1, C2, D, F, G serta rekonstruksi Gedung B dengan total luas 1.342,45 meter persegi.

Proyek ini menelan biaya sekitar Rp19,6 miliar dan selesai pada tahun 2023.

"Secara keseluruhan, rehabilitasi pascagempa di Cianjur menelan biaya Rp1,63 triliun," katanya, melalui keterangan resmi, Senin (16/12/2024).

Baca Juga: Presiden Prabowo: Infrastruktur Dibangun dengan Uang Rakyat, Harus Sesuai Spesifikasi

Pengerjaan mencakup 262 unit fasilitas yang terdiri dari 215 fasilitas pendidikan, 34 gedung pemerintahan, tiga tempat peribadatan, empat fasilitas kesehatan serta berbagai prasarana air minum dan sanitasi.

Direktur Prasarana Strategis Ditjen Cipta Karya, Essy Asiah, mengungkapkan, program rehabilitasi ini tidak hanya terbatas pada bangunan fisik, tetapi juga untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui sarana pendidikan yang lebih layak.

Di sektor pendidikan, sebanyak tujuh unit fasilitas kelompok bermain, 14 unit sarana PAUD, 21 unit TK/sederajat, 126 unit SD/sederajat, 22 unit SMP/sederajat dan 227 unit SMA/sederajat turut diperbaiki.

Baca Juga: APBD DKI Jakarta 2025 Ditetapkan Rp91,3 Triliun, Prioritas Sekolah Gratis dan Pembangunan Infrastruktur

Selain itu, sebanyak tiga sarana pondok pesantren juga direnovasi untuk mendukung kegiatan belajar mengajar di lembaga pendidikan Islam.

"Pemerintah berharap, dengan selesainya proyek ini, kualitas pendidikan dan kesehatan masyarakat Cianjur dapat meningkat. Serta kondisi sosial dan ekonomi warga yang terdampak gempa dapat pulih," kata Essy.

Rehabilitasi juga memberikan harapan baru bagi anak-anak di Cianjur.

Baca Juga: Polda Sulsel Tetapkan 21 Tersangka Kasus Korupsi Proyek Infrastruktur dengan Kerugian Negara Rp84 Miliar

Dengan adanya fasilitas pendidikan yang lebih baik, siswa kini dapat kembali belajar dalam lingkungan yang lebih aman dan nyaman.

Selain itu, upaya pemulihan ini memberikan semangat baru bagi masyarakat sekitar yang melihat langsung komitmen pemerintah dalam memulihkan kehidupan mereka pascabencana.

Pendidikan, yang merupakan hak setiap anak, kini menjadi prioritas utama dalam memastikan masa depan lebih baik bagi generasi penerus.

Baca Juga: Menko Infrastruktur AHY Tegaskan Pentingnya Konektivitas dan Pemerataan Pembangunan

Proyek rehabilitasi ini juga menjadi simbol pemulihan sosial-ekonomi yang lebih luas bagi Kabupaten Cianjur.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
Reporter
Mukodah
W
Editor
Wahyu SK