Banjir Bandang dan Tanah Longsor di Pekalongan Timbulkan Banyak Korban Jiwa, Apa Penyebabnya?

AKURAT.CO Banjir bandang dan tanah longsor melanda Kecamatan Petungkriyono, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, pada Senin (20/1/2025) malam.
Bencana hidrometeorologi ini disebabkan hujan deras yang mengguyur sejak sore hari.
Hingga saat ini, dilaporkan sedikitnya 18 orang meninggal dunia dan sembilan lainnya masih hilang.
Bencana ini juga menyebabkan terputusnya akses jalan desa.
Saat ini, berbagai pihak, termasuk Basarnas dan relawan, masih melanjutkan pencarian serta proses evakuasi korban.
Baca Juga: Sebabkan Banjir Bandang, Pemerintah Diminta Moratorium Izin Tambang di Sukabumi
Kondisi di lokasi bencana sangat memprihatinkan.
Banyak rumah terbawa arus banjir dan longsoran tanah menghancurkan pemukiman di beberapa desa.
Jembatan utama yang menghubungkan daerah tersebut juga rusak parah, sehingga tim penyelamat harus mencari rute alternatif untuk sampai ke lokasi.
Apa Penyebabnya?
Hujan deras yang turun sejak Senin sore meningkatkan volume air sungai, menyebabkan banjir bandang di beberapa titik di Kecamatan Petungkriyono.
Intensitas hujan yang tinggi juga memicu longsoran tanah besar yang menghancurkan pemukiman warga, terutama di wilayah pegunungan.
Topografi berbukit di Petungkriyono memperburuk dampak bencana ini.
Baca Juga: Pemerintah Siapkan 335 Rumah Tahan Bencana untuk Korban Banjir Bandang Sumbar
Curah hujan yang sangat tinggi dalam waktu singkat menyebabkan erosi tanah, sementara hujan yang terus berlanjut hingga malam memperparah kondisi banjir yang terus meluas.
Hingga saat ini, tercatat 18 orang meninggal dunia akibat banjir dan tanah longsor dengan sebagian besar korban ditemukan di Desa Kasimpar, daerah yang paling terdampak.
Beberapa korban merupakan pemancing yang sedang berlindung di tepi sungai saat longsor terjadi.
Selain korban jiwa, 10 orang mengalami luka-luka dan sembilan orang lainnya masih dinyatakan hilang.
Pencarian pun terus dilakukan oleh tim SAR gabungan. Namun, proses pencarian terkendala oleh medan yang sulit dan cuaca buruk.
Banyak warga yang terluka telah berhasil dievakuasi ke puskesmas dan rumah sakit terdekat.
Baca Juga: Usai Kunker di Qatar, Prabowo Terbang ke Sumbar Beri Bantuan Korban Banjir Bandang
Dampak Tanah Longsor
Bencana ini berdampak pada sembilan desa, dengan Desa Kasimpar mengalami kerusakan paling parah.
Longsor menyebabkan belasan korban jiwa dan kerusakan infrastruktur.
Selain itu, longsor di Petungkriyono juga menghalangi jalan utama menuju Kabupaten Pekalongan, bahkan dua rumah tertimbun dan beberapa kendaraan terseret banjir. (Noor Latifah Adzhari)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026








