Pemprov Jakarta Diminta Selektif Pilih Sekolah Swasta Gratis dan Jamin Mutu Pendidikan

AKURAT.CO Program sekolah swasta gratis yang digagas Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, perlu mempertimbangkan kriteria sekolah mana saja yang berhak masuk dalam program ini. Namun, juga jangan dilupakan mengenai mutu pendidikan agar tetap berkualitas.
Guru Besar Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Cecep Darmawan, menilai tidak semua sekolah swasta bisa mendapatkan subsidi dari pemerintah. Sebab, kemampuan anggaran menjadi pertimbangan khusus dalam menentukan kesuksesan program ini.
"Apakah nanti Pemda DKI mampu meng-cover seluruh sekolah swasta mulai dari SD, SMP, SMA? Kalau mampu, silakan saja. Kalau tidak, lebih baik yang digratiskan itu sekolah-sekolah swasta yang memang yayasannya setuju dulu," kata Cecep Darmawan saat dihubungi Akurat.co, Sabtu (1/2/2025).
Selain harus mampu menjamin mutu pendidikan dalam program ini, Pemprov Jakarta juga harus memilih sekolah swasta yang lebih terjangkau oleh masyarakat sebagai prioritas dalam program ini.
Baca Juga: DPRD DKI Harap Program Sekolah Swasta Gratis di Jakarta Bisa Dilakukan Tahun Ini
"Tapi idealnya memang seluruh sekolah swasta bisa mendapatkan manfaat," tambahnya.
Terkait kualitas pendidikan di sekolah swasta gratis, Cecep menegaskan perlunya penerapan standar nasional pendidikan (SNP) yang telah ditetapkan oleh pemerintah pusat.
"Harus dibuat standarisasi. Di pusat sudah ada standar nasional pendidikan, nah itu terapkan saja. Jadi ada delapan standar nasional pendidikan yang harus dipenuhi,” jelasnya.
Standar nasional pendidikan mencakup berbagai aspek, mulai dari standar isi, proses, kompetensi lulusan, pendidik dan tenaga kependidikan, sarana dan prasarana, pengelolaan, pembiayaan, hingga penilaian pendidikan. Dengan penerapan standar ini, diharapkan kualitas pendidikan di sekolah swasta yang digratiskan tetap terjaga.
Diketahui, program sekolah swasta gratis ini menjadi salah satu upaya kolaborasi antara lembaga legislatif dengan eksekutif. Tujuannya, yaitu meningkatkan akses pendidikan bagi masyarakat, terutama bagi siswa dari keluarga kurang mampu.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal







