Mahasiswa Geruduk Kantor DLH Sulteng, Tuntut Aktivitas Tambang PT CPM yang Merusak Lingkungan Disudahi

AKURAT.CO Puluhan orang yang tergabung dalam Forum Mahasiswa Menggugat (FMM) menggelar unjuk rasa di Kantor Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sulawesi Tengah, pada Rabu (12/02/2025).
Mereka menuntut agar aktivitas pertambangan yang dilakukan PT Citra Palu Minerals (CPM) dievaluasi karena diduga merusak lingkungan dan membahayakan kesehatan masyarakat.
Massa aksi diterima oleh Kabid Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup DLH Sulteng, Moh. Natsir A. Mangge.
Sebelum melakukan dialog, perwakilan FMM, Miftahudin, menyampaikan orasi yang menyuarakan kekhawatiran terkait penggunaan metode blasting oleh PT CPM.
Menurutnya, penggunaan bahan peledak dalam kegiatan pertambangan dapat memicu pergerakan sesar di wilayah Sulteng, khususnya Kota Palu.
Baca Juga: Cegah Politisasi, Pemerintah Perlu Buat Aturan Jelas Soal Perguruan Tinggi Kelola Tambang
Sehingga dapat menyebabkan kerusakan tanah, polusi udara serta penghancuran habitat.
"Penggunaan bahan peledak yang digunakan dapat melepaskan partikel-partikel berbahaya ke udara, yang berpotensi mencemari udara dan membahayakan kesehatan warga sekitar," kata Miftahudin, dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Kamis (13/2/2025).
Setelah orasi bergantian, perwakilan FMM melanjutkan aksi dengan masuk ke dalam Kantor DLH Sulteng untuk berdialog.
Dalam kesempatan tersebut, Miftahudin menyerahkan dokumen tuntutan yang berisi beberapa poin yang harus segera ditindaklanjuti DLH Sulteng.
"PT CPM segera memasang alat pemantau kualitas udara atau sparing ambient untuk mengukur dampak polusi yang ditimbulkan. Kemudian PT CPM segera melaporkan pengelolaan lingkungan yang mereka lakukan," jelasnya.
Menanggapi tuntutan tersebut, Moh. Natsir A. Mangge menyatakan bahwa pihaknya akan menindaklanjuti semua aspirasi yang telah disampaikan.
Baca Juga: Perguruan Tinggi Kelola Tambang, Pakar: Berpotensi Ciptakan Penyimpangan Jika...
DLH Sulteng akan memastikan PT CPM, yang merupakan anak usaha dari PT Bumi Resources Minerals (BRM), melakukan tindakan yang sesuai peraturan. Serta memberikan sanksi jika laporan pengelolaan lingkungan tidak segera diajukan dalam waktu yang telah ditentukan.
"Saya pastikan, kami akan memantau perkembangan ini dan memberikan sanksi jika perusahaan tidak memenuhi kewajiban mereka," kata Natsir.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026








