SMAN 6 Depok Tetap Gelar Study Tour ke 3 Kota Meski Ada Imbauan Dedi Mulyadi

AKURAT.CO SMAN 6 Depok tetap melanjutkan program Kunjungan Objek Belajar (KOB) meskipun mendapat imbauan tegas dari Gubernur terpilih Jawa Barat, Dedi Mulyadi, untuk membatalkannya. Keputusan ini diambil setelah melalui koordinasi dengan Dinas Pendidikan Jawa Barat dan mendapat persetujuan dari wali murid, komite sekolah, serta pihak sekolah dalam rapat darurat yang digelar pada Minggu (16/2/2025).
Sebanyak 347 siswa mengikuti KOB yang akan berlangsung selama delapan hari, dimulai pada Senin (17/2/2025), hingga Senin (24/2/2025). Program ini mencakup kunjungan ke beberapa perguruan tinggi serta observasi budaya di tiga kota, dengan Surabaya dan Malang sebagai destinasi utama, serta Bali sebagai penutup perjalanan.
Baca Juga: Pemprov Jabar Terbitkan Surat Edaran Soal Study Tour, Kesiapan Kendaraan Jadi Poin Penting
Menurut Syahri, perwakilan dari sekolah, KOB ini memiliki tujuan yang berbeda dengan yang disampaikan dalam video viral Dedi Mulyadi.
Fokus utama program adalah mengunjungi empat perguruan tinggi negeri (PTN) di Surabaya dan Malang guna mendapatkan informasi terkait proses penerimaan mahasiswa baru serta memperluas wawasan akademik siswa.
Selain itu, dalam rangka observasi lingkungan dan budaya, para siswa akan tinggal bersama keluarga di Desa Kungkuk, Batu, Malang. Di sana, mereka akan merasakan kehidupan pedesaan secara langsung dengan terlibat dalam aktivitas bertani dan beternak.
Pada hari terakhir perjalanan, siswa akan mengunjungi Bali sebagai destinasi wisata untuk menutup rangkaian kegiatan.
Pihak sekolah juga memastikan bahwa tidak ada siswa yang tertinggal karena kendala biaya. Untuk itu, sistem subsidi silang telah diterapkan, di mana komite sekolah akan membantu para siswa atau wali murid yang mengalami kesulitan membayar biaya program sebesar Rp3,8 juta.
Sebelumnya, Gubernur terpilih Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengimbau agar kegiatan study tour SMAN 6 Depok ke Bali dibatalkan. Imbauan ini disampaikannya setelah menerima berbagai keluhan dari pihak yang merasa keberatan dengan besarnya biaya yang harus dikeluarkan untuk program tersebut.
"Saya meminta kepada kepala sekolah SMAN 6 Depok, lebih baik study tour-nya tidak perlu dilaksanakan," ujar Dedi pada Sabtu (15/2/2025).
Dedi mengungkapkan bahwa biaya perjalanan ke Bali diperkirakan mencapai Rp3,5 juta per siswa. Jika ditambah dengan pengeluaran pribadi seperti uang saku dan konsumsi tambahan, total beban biaya bagi orang tua bisa mencapai sekitar Rp5,5 juta.
Baca Juga: Dedi Mulyadi: Purwakarta Akan Istimewa Jika Dipimpin Om Zein dan Bang Ijo
Sebagai alternatif, Dedi menyarankan agar konsep study tour dapat diterapkan di lingkungan sekitar, termasuk di Depok. Menurutnya, berbagai isu lokal dapat menjadi bahan kajian yang edukatif dan bermanfaat bagi para siswa.
"Sampah di Depok merupakan salah satu masalah besar yang dapat dijadikan objek studi," ungkapnya.
Ia mencontohkan, siswa dari jurusan biologi atau IPA dapat melakukan penelitian mengenai proses penguraian sampah menggunakan metodologi berbasis bakteri dan konsep R4 (reduce, reuse, recycle, replace).
Dengan demikian, siswa tetap bisa mendapatkan pengalaman pembelajaran tanpa perlu mengeluarkan biaya besar untuk perjalanan ke luar kota.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









