Nono Sampono: PIK 2 Jadi Proyek Strategis untuk Masa Depan Indonesia

AKURAT.CO Anggota DPD RI sekaligus Presiden Direktur ASG, Nono Sampono, menegaskan, PIK 2 merupakan proyek yang menjanjikan dan memiliki potensi besar dalam mengembangkan wilayah Jakarta serta memberikan dampak positif bagi perekonomian Indonesia secara keseluruhan.
"Proyek ini sangat strategis dan bisa menjadi pusat ekonomi baru bagi Indonesia. Nantinya, kita tidak perlu lagi pergi ke Singapura, Hong Kong, atau negara lain untuk mencari hiburan, bisnis, atau berbelanja, karena semuanya akan tersedia di PIK 2," ujar Nono, dikutip pada Senin (24/3/2025).
Namun, meskipun menawarkan berbagai potensi besar, proyek lanjutan Jakarta Waterfront City tersebut kini menghadapi polemik yang cukup serius. Beberapa pihak, termasuk Kementerian ATR/BPN, Camat, Lurah, Kepala Desa, pemerintah setempat, serta manajemen PIK 2, telah dimintai keterangan oleh pihak berwajib dan Komnas HAM untuk mengklarifikasi berbagai permasalahan yang muncul.
"Saya juga sudah dipanggil untuk dimintai keterangan. Prinsipnya, masalah ini sedang ditangani secara hukum dan kami percayakan kepada aparat yang berwenang untuk menyelesaikannya dengan adil," kata Nono.
Menurut Nono, proyek besar seperti PIK 2 tentu tidak lepas dari berbagai tantangan dan kendala. Namun, ia menekankan bahwa keberadaan masalah bukan berarti proyek ini keliru sejak awal.
"Masalah pasti ada. Tetapi, itu bukan berarti proyek ini salah dari awal. Kita serahkan semua kepada pihak berwajib agar permasalahan ini bisa diselesaikan dengan transparan dan adil," jelasnya.
Nono menegaskan, PIK 2 akan membawa banyak keuntungan bagi Indonesia.
Dengan konsep yang modern dan fasilitas yang lengkap, PIK 2 diharapkan dapat menjadikan Indonesia lebih kompetitif dan mampu bersaing dengan negara-negara maju lainnya.
Selain itu, Nono mengungkapkan bahwa proyek ini telah berkontribusi besar bagi negara, khususnya dari sisi perpajakan dan penyerapan tenaga kerja.
"PIK 2 telah membantu negara melalui perpajakan sebesar Rp50 triliun dan menyerap sebanyak 163 ribu tenaga kerja. Jika proyek ini dihentikan, ratusan ribu orang akan kehilangan pekerjaan. Kami berharap pemerintah dapat mempertimbangkan hal ini dengan matang," tegasnya.
Dengan semua potensi besar yang dimiliki, Nono berharap pemerintah dan masyarakat dapat melihat proyek PIK 2 secara objektif dan memberikan kesempatan agar proyek ini dapat terus berkembang demi kesejahteraan bersama.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal









