Anggaran Renovasi Rumah Tak Layak Huni di Bekasi Naik Dua Kali Lipat Mulai 2026

AKURAT.CO Pemerintah Kabupaten Bekasi berencana meningkatkan anggaran untuk Program Renovasi Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu), sebagai respons atas melonjaknya harga bahan bangunan dan upah tenaga kerja.
Jika sebelumnya setiap unit rumah hanya mendapat bantuan sebesar Rp20 juta, maka mulai tahun 2026 jumlah itu akan dilipatgandakan menjadi Rp 40 juta per unit.
Baca Juga: Begini Tren Renovasi Rumah Jelang Lebaran 2024
Langkah ini disampaikan oleh Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (DPKPP) Kabupaten Bekasi, Nur Chaidir. Dia menegaskan bahwa kenaikan tersebut dilakukan sebagai bentuk penyesuaian terhadap kondisi pasar yang terus berubah. “Kami melihat bahwa sejak 2019, anggaran program ini belum pernah direvisi, padahal harga bahan bangunan dan ongkos tukang mengalami kenaikan setiap tahun,” jelas Chaidir, Senin (19/5/2025).
Kebijakan peningkatan anggaran ini juga mengikuti jejak Pemerintah Provinsi Jawa Barat, yang telah lebih dulu menetapkan bantuan sebesar Rp40 juta per unit mulai tahun 2025. Namun, Pemkab Bekasi baru akan menerapkannya mulai 2026 karena masih menunggu rampungnya peraturan bupati yang menjadi dasar hukum pelaksanaannya.
Lebih dari sekadar menyalurkan bantuan dana, Program Rutilahu di Kabupaten Bekasi juga dirancang untuk menghidupkan kembali semangat gotong royong di tengah masyarakat.
Pemerintah daerah berharap warga penerima bantuan dapat melibatkan keluarga, tetangga, dan perangkat desa dalam proses pembangunan rumah yang lebih layak.
“Yang ingin kita dorong adalah kebersamaan dan kolaborasi antarwarga. Bukan hanya soal dana, tetapi juga bagaimana masyarakat bisa berperan aktif dalam mewujudkan hunian yang sehat dan layak. Di sinilah nilai gotong royong benar-benar diuji,” tambah Chaidir.
Baca Juga: Rencana Study Tour SMK Bekasi ke Bali Picu Kontroversi, Begini Kronologinya
Untuk tahun 2025, Pemkab Bekasi menargetkan renovasi sebanyak 1.670 unit rumah tak layak huni yang tersebar di 23 kecamatan.
Setiap desa atau kelurahan akan mendapatkan jatah renovasi antara 15 hingga 20 unit rumah. Proses pelaksanaan program ini telah dimulai di beberapa wilayah dan akan berlangsung secara bertahap hingga akhir tahun.
"Semoga pelaksanaan program ini dapat berjalan lancar dan menjangkau seluruh keluarga penerima manfaat sesuai dengan target yang telah ditetapkan,” ujarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 3Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 4Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal







