Empat Pulau di Anambas Dijual Online, Komisi II DPR Akan Panggil Kepala Daerah

AKURAT.CO Komisi II DPR RI akan segera memanggil kepala daerah yang terkait dengan munculnya empat pulau di Kabupaten Kepulauan Anambas, Kepulauan Riau, dalam daftar penjualan situs internasional Private Islands Online.
Langkah ini diambil untuk meminta klarifikasi atas polemik yang menuai keprihatinan publik tersebut.
"Iya, kami akan panggil kepala daerah yang berkaitan," ujar Anggota Komisi II DPR RI, Muhammad Toha, kepada Akurat.co, Jumat (20/6/2025).
Toha menegaskan, klarifikasi dari pemerintah daerah sangat penting, mengingat penjualan pulau secara ilegal bertentangan dengan kedaulatan dan peraturan perundang-undangan di Indonesia.
"Pasti akan diklarifikasi semua kepala daerah yang berkaitan," katanya.
Ia juga meminta pemerintah untuk segera menelusuri pelaku di balik dugaan penjualan tersebut.
Baca Juga: Kasus Agnez Mo Tuai Polemik, DPR Minta Mahkamah Agung Turun Tangan
Jika terbukti dilakukan oleh warga negara Indonesia, ia mendesak agar pelaku diproses hukum secara tegas, bahkan dicabut status kewarganegaraannya.
"Ini nggak benar, telusuri siapa pelakunya. Kalau WNI, segera adili dan cabut kewarganegaraannya," tegasnya.
Sebelumnya, Staf Khusus Menteri Kelautan dan Perikanan Bidang Hubungan Masyarakat dan Komunikasi Publik, Doni Ismanto, mengonfirmasi bahwa terdapat empat pulau di Anambas yang diiklankan untuk dijual melalui situs berbasis Kanada, privateislandsonline.com.
"Saya ingin klarifikasi isu penjualan empat pulau di Kabupaten Anambas, Provinsi Kepulauan Riau, melalui situs private online beralamat di Kanada," kata Doni.
Menurut penelusuran Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), keempat pulau tersebut adalah Pulau Rintan, Pulau Tekongsendok, Pulau Lakok, dan Pulau Mala.
Keempatnya berada dalam kawasan konservasi dan ditetapkan sebagai kawasan pariwisata berdasarkan Perda Kabupaten Anambas Nomor 3 Tahun 2024 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah 2023–2043.
Baca Juga: Kunjungan Presiden Prabowo ke Rusia Dinilai Strategis, Berpotensi Redam Ketegangan Global
Doni menegaskan, tidak ada satu pun regulasi di Indonesia yang membenarkan penjualan pulau, baik kepada warga negara asing maupun domestik.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







