Fraksi Demokrat DPRD Soal Penundaan CFN: Ada Dampak Ekonomi yang Tak Bisa Diabaikan

AKURAT.CO Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Provinsi Jakarta, Ali Muhammad Johan Suharli, menyatakan penundaan uji coba Car Free Night (CFN) di Jakarta memiliki alasan yang cukup logis, baik dari sisi positif maupun negatif.
"CFN jelas akan mendorong aktivitas UMKM, PKL, hingga sektor pariwisata dan hiburan yang menggeliat di malam hari. Ini tentu kabar baik untuk ekonomi kreatif dan lokal," ujar Ali Johan saat dihubungi, Senin (7/7/2025).
Namun, menurutnya tak sedikit pula sisi negatif yang mesti diperhitungkan. Penutupan jalan pada malam hari berpotensi menimbulkan gangguan terhadap pelaku usaha yang bergantung pada akses jalan tersebut, seperti restoran dan toko-toko. Selain itu, pelaku transportasi daring juga akan terdampak secara langsung.
Baca Juga: Bukan CFN, DPRD Nilai Kebijakan untuk Benahi Kualitas Udara Jakarta Lebih Utama
"Dampaknya bukan cuma ke mobilitas warga, tapi juga menyentuh aspek ekonomi. Ini yang tidak boleh diabaikan," ujarnya.
Ali menegaskan, Fraksi Demokrat mendukung segala kebijakan yang tujuannya untuk kemaslahatan bersama, apalagi menyangkut isu kualitas udara di Jakarta yang kian memprihatinkan.
Namun, dia menekankan perlunya koordinasi dengan instansi terkait, khususnya Dinas Lingkungan Hidup, untuk mengetahui sejauh mana tingkat polusi udara saat ini.
"Jika memang ada solusi lain selain CFN yang lebih efektif untuk menekan polusi, maka kami siap dorong dan kawal pelaksanaannya," ucapnya.
Baca Juga: Soal Penundaan Uji Coba CFN, DPRD Jakarta Tekankan Kenyamanan Warga Paling Utama
Terkait pelaksanaan ke depan, DPRD Provinsi Jakarta akan meminta data kajian mendalam sebagai dasar evaluasi. Mulai dari target angka penurunan emisi karbon, pemetaan kawasan strategis, hingga kajian dampak lalu lintas dan ekonomi terhadap pelaku usaha sekitar area CFN.
Untuk pemilihan lokasi strategis CFN sendiri, Ali menilai perlu diskusi intensif bersama Dinas Perhubungan dan Kepolisian. "Kita harus identifikasi titik-titik kemacetan, volume kendaraan, hingga kawasan arteri yang harus dijaga fungsinya," imbuhnya.
Sebagai jalan tengah, dia mengusulkan pelaksanaan CFN dilakukan dengan pendekatan pilot project selama kurun waktu tertentu. "Lalu kita evaluasi dampaknya secara berkala, baik pada lalu lintas, perekonomian, maupun kualitas udara," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026








