Akurat
Pemprov Sumsel

Pramono Hadiri 3 Forum Tingkat Tinggi di Malaysia, Bahas Pembangunan Kota Berkelanjutan

Citra Puspitaningrum | 11 Agustus 2025, 15:30 WIB
Pramono Hadiri 3 Forum Tingkat Tinggi di Malaysia, Bahas Pembangunan Kota Berkelanjutan

AKURAT.CO Gubernur Jakarta, Pramono Anung, menghadiri tiga forum tingkat tinggi di Malaysia, untuk membahas masa depan kota-kota di Asia Tenggara. Pramono bertolak dari Jakarta, Minggu (10/8/2025), dan baru akan kembali pada Rabu (13/8/2025).

Staf Khusus Gubernur Bidang Komunikasi Publik, Cyril Raoul Hakim alias Chico Hakim, menjelaskan kunjungan kerja ini memenuhi undangan resmi dari Sekretaris Jenderal Kementerian Perumahan dan Pemerintahan Daerah Malaysia, Datuk Wira M Noor Azman bin Talib, Walikota Kuala Lumpur, Dato Seri TPr (Dr.) Maimunah binti Mohd Sharif, dan Sekretaris Jenderal UCLG ASPAC, Dr. Bernardia Irawati Tjandradewi.

Baca Juga: Groundbreaking Taman Bendera Pusaka Ditunda, Ini Alasan Pramono

"Gubernur hadir sebagai pembicara utama di ASEAN Sustainable Urbanization Forum (ASUF), Meeting of Governors and Mayors of ASEAN Capitals (MGMAC), dan ASEAN Governors and Mayors Forum (AGMF) 2025," kata Chico, Senin (11/8/2025).

Tiga forum itu menjadi bagian dari rangkaian kegiatan resmi keketuaan ASEAN Malaysia 2025, digelar Kementerian Pembangunan Pemerintah Daerah Malaysia bersama URBANICE Malaysia, UCLG ASPAC, UN-Habitat, dan Sekretariat ASEAN.

Pramono dijadwalkan membuka Workshop on Digital Twins for Deep Sustainability, melakukan pertemuan bilateral dengan Walikota Kuala Lumpur, menjadi keynote speaker pada ASUF 2025, hingga menyampaikan sambutan di sidang AGMF 2025 yang mengusung tema "ASEAN Future Cities and Regions: Inclusivity and Sustainability".

"Pertemuan ini fokus membahas pembangunan kota yang inklusif, berkelanjutan, dan tangguh menghadapi tantangan masa depan," ujarnya. 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.