Dugaan Keracunan, BGN Hentikan Sementara Distribusi Makan Bergizi Gratis di Banggai Kepulauan

AKURAT.CO Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan sementara distribusi Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Tinangkung, Kabupaten Banggai Kepulauan, Sulawesi Tengah, menyusul dugaan keracunan yang menimpa ratusan siswa.
“Kamis ini, distribusi MBG dihentikan sementara akibat permasalahan dugaan keracunan. Laporan resmi juga sudah masuk ke Polres Banggai Kepulauan,” ujar Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Salakan, Erick Alfa, Jumat (19/9/2025).
Erick menyebutkan dugaan awal keracunan berasal dari menu ikan tuna goreng saus.
Sampel makanan telah disiapkan untuk diuji di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Kota Palu.
“Faktor penyebab kemungkinan berasal dari ikan tuna goreng saus. Sampel makanan sudah dipersiapkan untuk dikirim uji ke BPOM Palu,” jelasnya.
Hingga Kamis (18/9/2025) pukul 16.45 WITA, tercatat 277 siswa terdampak setelah menyantap menu MBG, berasal dari:
-
SDN Tompudau
-
SMP Tinangkung
-
SMA Tinangkung
-
SMK Tinangkung
-
SD Pembina Salakan
Dari jumlah itu, 32 siswa masih dirawat di RSUD Trikora, sementara 245 siswa sudah diperbolehkan pulang dengan pemantauan tenaga kesehatan.
Baca Juga: KPK Tahan Dirut BPR Jepara Artha dan Empat Tersangka Korupsi Kredit Fiktif Rp263,5 Miliar
Sebagai langkah darurat, BGN menurunkan tim ke lapangan dan menghentikan distribusi MBG hingga investigasi selesai.
Pemerintah daerah bersama PMI, BPBD, dan Puskesmas Salakan juga menyiapkan tenda perawatan darurat untuk mendukung pelayanan medis.
“Kejadian di Salakan ini menjadi pelajaran penting. Kami akan memperkuat komunikasi lintas pihak serta meningkatkan sosialisasi pencegahan dan penanganan pertama bila terjadi gejala keracunan,” tambah Erick.
Insiden bermula pada Rabu (17/9/2025), ketika tujuh siswa SDN Tompudau mengalami pusing, tubuh memerah, dan sesak napas setelah menyantap menu MBG.
Tak lama, gejala serupa dialami siswa dari SMP, SMA, hingga SMK di Tinangkung. Seluruhnya segera dirujuk ke RSUD Trikora Salakan untuk penanganan medis.
BGN menegaskan keamanan pangan adalah prioritas utama dalam pelaksanaan program MBG. Investigasi menyeluruh tengah dilakukan agar kejadian serupa tidak terulang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026









