SPPG Bojong Koneng Kedepankan Higienitas, Paket MBG Dijamin Berkualitas dan Penuhi Standar Gizi

AKURAT.CO Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bojong Koneng, Kabupaten Bogor, memastikan bahwa paket Makan Bergizi Gratis (MBG) yang didistribusikan merupakan makanan layak, sehat dan higienis.
SPPG yang telah beroperasi hampir setahun ini berhasil menjalankan operasional MBG dengan lancar dan tanpa masalah.
Adapun, SPPG ini mendistribusikan MBG kepada 3135 penerima manfaat dari siswa PAUD, SD, SMP, Madrasah hingga ibu hamil dan balita yang dibagikan melalui posyandu dan puskesmas.
Baca Juga: Tips Cegah Kasus di Program MBG, dari Pemilihan Bahan hingga Makanan Siap Disantap
Kepala SPPG Bojong Koneng, Hengki Romadhon, menjelaskan bahwa setiap harinya, paket makanan yang didistribusikan kepada penerima manfaat telah melalui pemerikasaan, baik dari sisi kualitas maupun pemenuhan standar gizi.
"Makanan yang kita cek mulai dari unsur hewani, sayur, karbohidrat dan buah. Sebelum distribusi kita cek untuk memastikan bahwa makanan yang kita distribusikan sudah layak dan memenuhi standar gizi," jelasnya, Rabu (24/9/2025).
Hengki menegaskan bahwa SPPG Bojong Koneng sangat menjungjung tinggi standar operasional kebersihan dalam memproduksi paket makanan sehari-sehari. Mulai dari kewajiban mencuci tangan hingga menggunakan alat penutup kepala dan masker selama berada di dapur.
Baca Juga: Mendikdasmen Perlu Koordinasi dengan BGN Tangani Kasus Keracunan MBG
Tidak hanya itu, para pekerja juga diwajibkan menggunakan sendal khusus yang telah disediakan ketika ingin memasuki ruang SPPG.
Akurat.co pun berkesempatan meninjau langsung bagaimana kebersihan hingga proses penyajian dan pendistribusian paket MBG yang dilakukan oleh SPPG Bojong Koneng.
SPPG Bojong Koneng terbagi menjadi beberapa ruangan, mulai dari ruang rapat, ruang staf, ruang konsultasi gizi, ruang pemeriksaan makanan, ruang produksi basah, ruang pendingin, ruang persiapan makanan, ruang masak atau dapur, gudang barang hingga ruang cuci ompreng.
Baca Juga: Komisi IX DPR RI Akui Program MBG Masih Banyak Kekurangan, Penguatan Struktur Jadi Mendesak
Hengki menjelaskan bagaimana standar pencucian ompreng MBG agar bersih dan higienis untuk digunakan kembali. Bahkan, proses membersihkannya pun turut menggunakan air panas hingga air dingin.
"Pertama, kita buang sampah makanannya kemudian kita cuci pakai sabun lalu dibilas pakai air dingin, dibilasi lagi pakai air panas. Kemudian bilas pakai air dingin lagi lalu kita keringkan dan kita susun lagi semua yang sudah kering," jelasnya.
Sementara itu, Ahli Gizi SPPG Bojong Koneng, Rofifah Khairunnisya, menjelaskan bahwa semua makanan yang disajikan telah dihitung standar gizinya untuk masing-masing kategori penerima manfaat.
Baca Juga: Ketua Banggar DPR Tak Setuju Program MBG Disetop: Inventarisir Masalahnya
Ia juga memastikan bahwa semua bahan yang diolah untuk menu makanan adalah bahan-bahan yang masih baru dan segar.
"Semua bahan pangan yang kita oleh itu disuplai per hari dan tidak jauh dari waktu pengolahan, hanya berselang satu jam. Sehingga semua barang yang kita olah masih fresh dan tidak pakai bahan sisa," ujar Rofifah.
Ia juga mengungkap bagaimana trik agar paket makanan yang didistribusikan tidak cepat basi ketika sudah berada di dalam ompreng.
Baca Juga: Puan Minta Program MBG Dievaluasi Total Tanpa Saling Menyalahkan
"Makanannya (MBG), terutama nasi, kita masukkan ke dalam ompreng dalam keadaan tidak terlalu panas. Agar tidak cepat lembab dan membuat basi makanan,” ungkapnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







