Akurat
Pemprov Sumsel

Jakpro Siapkan Fasilitas Publik Jadi Ruang Serbaguna, Dorong Jakarta Jadi Kota Global

Citra Puspitaningrum | 11 Oktober 2025, 08:44 WIB
Jakpro Siapkan Fasilitas Publik Jadi Ruang Serbaguna, Dorong Jakarta Jadi Kota Global

AKURAT.CO PT Jakarta Propertindo (Jakpro) terus berbenah menyiapkan berbagai infrastruktur publik menjadi multi-purpose venue atau ruang serbaguna, untuk mendorong Jakarta menjadi destinasi event internasional.

Direktur Utama PT Jakpro, Iwan Takwin, mengatakan strategi itu dilakukan dengan mengoptimalkan sejumlah fasilitas unggulan seperti Jakarta International Stadium (JIS), Velodrome, dan Taman Ismail Marzuki (TIM).

"Akhirnya kami harus berbenah bagaimana fasilitas ini bisa benar-benar menghadirkan satu fasilitas yang multi-purpose," ujar Iwan di Pressroom Balaikota Jakarta, dikutip Sabtu (11/10/2025).

Baca Juga: Transformasi Pasar Jadi Langkah Strategis Jakarta Menuju Kota Global

Dia mencontohkan, Velodrome yang sebelumnya fokus pada olahraga sepeda kini mulai digunakan untuk berbagai kegiatan lain, termasuk konser dan olahraga non-sepeda. "Terbangunlah satu ekosistem sehingga kita bisa menggait komunitas lain di sana," katanya.

Menurutnya, pemanfaatan fasilitas publik secara serbaguna merupakan bagian dari langkah strategis menjadikan Jakarta sebagai pusat kegiatan internasional.

"Bagaimana kemudian event-event yang ada di Jakarta ke depan itu menjadi destinasi event. Itu yang kita mau bangun," ujarnya.

Dia berharap, konsep ini tidak hanya efisien secara infrastruktur, tetapi juga dapat menggerakkan ekonomi kreatif serta menarik wisatawan domestik maupun mancanegara.

"Orang nanti bukan cuma dari luar Jakarta, tetapi dari luar Indonesia pun bisa menjadwalkan trip-nya ke Jakarta karena event-event destinasi itu," imbuhnya.

Baca Juga: Masih Macet, Jakarta Harus Berbenah Jika Ingin Jadi Kota Global

Bangun Fisik dan Budaya Baru

Sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang fokus pada pembangunan infrastruktur, Jakpro juga mendapat penugasan mengembangkan sarana transportasi seperti LRT Jakarta, JIS, dan TIM. Menurutnya, pembangunan infrastruktur itu bukan hanya soal fisik, tetapi juga membentuk perilaku baru warga kota.

"LRT ini transportasi modern yang fungsinya bukan hanya memitigasi kemacetan, tetapi juga membangun mindset baru masyarakat Jakarta agar berpindah dari transportasi pribadi ke umum," jelas Iwan. 

Dia menegaskan, transformasi perilaku merupakan bagian penting dari upaya menuju kota global. "Jakpro tidak hanya membangun infrastruktur, tetapi juga membangun orangnya membentuk budaya baru warga Jakarta," katanya.

Saat ini, Jakpro tengah membangun proyek LRT Jakarta Fase 1B yang menghubungkan Velodrome hingga Manggarai sepanjang 6,4 kilometer, dengan headway atau jarak antar kedatangan kereta setiap 10 menit. Proyek ini memiliki lima stasiun baru, yaitu Rawamangun, Pramuka BPKP, Pasar Pramuka, Matraman, dan Manggarai, dengan progres keseluruhan mencapai 72,85 persen.

Sementara itu, Anggota Komisi B DPRD Jakarta, Pantas Nainggolan, menekankan pentingnya kolaborasi antar BUMD agar pembangunan kota global berjalan terpadu.

Baca Juga: Gandeng Jakpro dan Ancol, BTN Berkomitmen Jadikan Jakarta Kota Global

"Sinergisitas antar BUMD itu mutlak ke depan. Tidak boleh ada program Jakpro yang tidak ditopang oleh BUMD lain," tegas Pantas yang juga Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jakarta.

Dia menilai, kerja yang harmonis akan membuat proyek infrastruktur lebih efisien serta menghindari gangguan terhadap aktivitas warga. "Penataan yang terpadu akan mencegah pengerjaan ulang di satu lokasi," ujarnya.

Pantas juga mendorong agar BUMD menggandeng sektor swasta untuk mendukung pembiayaan proyek strategis. "Perlu ada peranan BUMD untuk mensinergikan langkah dengan Pemprov DKI agar setiap pekerjaan semakin terpadu," pungkasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.