Semakin Kritis, DPRD Desak Pemprov Jakarta Tambah Lahan Pemakaman Sebelum Terlambat

AKURAT.CO Krisis ketersediaan lahan pemakaman di Provinsi Jakarta semakin nyata.
Komisi D DPRD Jakarta menyatakan dukungan terhadap langkah Dinas Pertamanan dan Hutan Kota (Distamhut) yang berupaya menambah jumlah lahan pemakaman.
Ketua Komisi D DPRD Jakarta, Yuke Yurike, mengatakan, penambahan lahan makam tidak bisa lagi ditunda.
Baca Juga: Daerah yang Rawan Banjir di Jakarta saat Musim Hujan: Cek Wilayah Tempat Tinggalmu!
Kondisi yang semakin kritis dapat memunculkan persoalan serius bila tidak segera diantisipasi.
"Untuk lahan makam, kondisinya memang sangat kritis. Ini bukan hal yang bisa ditunda-tunda karena kalau kita tidak punya cadangan lahan, itu akan menjadi masalah serius," katanya, Rabu (29/10/2025).
Menurut Yuke, Komisi D telah meminta data rinci kepada Distamhut mengenai kebutuhan dan ketersediaan lahan pemakaman di Jakarta.
Baca Juga: Fenomena Hujan Bermikroplastik di Jakarta: Fakta, Ancaman dan Cara Cegah
Berdasarkan hasil pembahasan, lahan yang tersedia diperkirakan hanya cukup untuk tiga tahun ke depan.
"Makanya dalam anggaran tahun 2026 kami juga meminta agar tetap disiapkan anggaran untuk penambahan lahan pemakaman," ujarnya.
Yuke menjelaskan, tantangan terbesar dalam penyediaan lahan makam adalah keterbatasan ruang dan tingginya harga tanah di wilayah perkotaan.
Baca Juga: Komisi D DPRD Ingatkan Efisiensi Anggaran Tak Boleh Korbankan Kebersihan Jakarta
Karena itu, perlu strategi baru dalam pengadaan dan pengelolaan agar tetap efisien dan berkelanjutan.
"Di tengah kota sudah hampir tidak mungkin lagi. Jadi mau tidak mau, alternatifnya ya di wilayah pinggir, meskipun harapannya tidak sampai ke luar kota," katanya.
Dalam pembahasan Rancangan APBD Provinsi Jakarta 2026, Komisi D juga telah menyetujui alokasi anggaran pembelian lahan Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan pemakaman.
Baca Juga: 5.000 Pohon di Jakarta Rawan Tumbang, Pramono Perintahkan Distamhut Beri Penyangga
Dana tersebut akan digunakan untuk memperluas area makam yang sudah ada serta membuka lahan baru.
"Kami serahkan teknisnya ke dinas tapi tetap kami awasi agar sebarannya merata di lima wilayah kota, termasuk Kepulauan Seribu yang lahannya sangat terbatas dan perlu perhatian khusus," jelas Yuke.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








