Becak Listrik Bantuan Presiden Prabowo di Brebes Sempat Ditarik BUMDes, Ini Kronologi Lengkapnya

AKURAT.CO Bantuan becak listrik dari Presiden Prabowo Subianto yang seharusnya menjadi angin segar bagi penarik becak di Brebes justru memicu polemik. Seorang penarik becak bernama Daklan (57), warga Desa Padakaton, Kecamatan Ketanggungan, mengaku kecewa setelah becak listrik yang sempat ia bawa pulang ditarik kembali oleh pihak Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Peristiwa ini ramai diperbincangkan karena menyangkut transparansi penyaluran bantuan pemerintah dan hak penerima manfaat.
Lalu, apa sebenarnya yang terjadi? Mengapa becak listrik itu sempat ditahan, dan bagaimana akhirnya nasib bantuan tersebut?
Kronologi Penarik Becak Terima Lalu Kehilangan Becak Listrik
Kisah ini bermula ketika Daklan mendapat kabar bahwa namanya didaftarkan sebagai calon penerima bantuan becak listrik dari Presiden Prabowo. Ia dihubungi oleh Ketua BUMDes Mekar Jaya Desa Padakaton dan diminta mengikuti pelatihan sebagai bagian dari prosedur penerimaan bantuan. Pelatihan tersebut berlangsung pada awal Desember 2025, dan Daklan hadir sesuai arahan.
Beberapa hari kemudian, Daklan bersama puluhan penerima lain dari berbagai desa di Brebes diundang ke pendopo kabupaten untuk menerima becak listrik secara simbolis. Usai acara, Daklan langsung mengendarai becak listrik itu untuk pulang ke rumahnya.
Namun, di tengah perjalanan, becak listrik tersebut dihentikan dan diangkut menggunakan mobil oleh pihak BUMDes. Saat itu, Daklan masih mengira becak tersebut hanya dipinjam sementara. Hingga sore hari, becak yang ia harapkan bisa langsung digunakan untuk mencari nafkah tak kunjung kembali ke rumahnya.
Setelah menanyakan kejelasan, Daklan mendapat penjelasan bahwa becak listrik itu akan disimpan dan disebut sebagai aset BUMDes. Situasi inilah yang membuatnya merasa namanya hanya digunakan untuk melengkapi data penerima bantuan.
Merasa Dicatut, Penerima Bantuan Mengaku Kecewa
Sebagai penarik becak yang sehari-hari mengandalkan penghasilan dari jalanan, Daklan mengaku terpukul. Ia telah mengikuti seluruh tahapan, mulai dari pelatihan hingga seremoni penyerahan. Harapannya sederhana: bisa menggunakan becak listrik untuk meringankan beban kerja dan menambah penghasilan.
Kekecewaan semakin terasa karena dari tiga warga Desa Padakaton yang tercatat sebagai penerima, hanya Daklan yang benar-benar berprofesi sebagai penarik becak. Dua nama lainnya diketahui bekerja sebagai buruh dan pegawai BUMDes. Kondisi ini memunculkan pertanyaan di kalangan warga soal ketepatan sasaran bantuan.
Penjelasan BUMDes: Becak Hanya Dititipkan Sementara
Menanggapi polemik tersebut, Ketua BUMDes Mekar Jaya Desa Padakaton memberikan klarifikasi. Ia menegaskan bahwa becak listrik bantuan Presiden Prabowo tidak diambil alih atau dimiliki BUMDes. Menurutnya, becak tersebut hanya dititipkan sementara di gedung TPS 3R KSM Sejahtera Bersama karena memiliki fasilitas yang memadai untuk penyimpanan.
Penyimpanan sementara ini, kata pihak BUMDes, dilakukan untuk menjaga situasi tetap kondusif. Saat itu, desa sedang ramai pengaduan warga terkait berbagai bantuan sosial, seperti bansos dan PKH. Jika becak listrik langsung dibawa pulang oleh penerima, dikhawatirkan memicu kecemburuan sosial karena jumlah bantuan yang terbatas.
BUMDes juga mengakui bahwa proses pengajuan nama penerima berlangsung mendadak. Karena waktu yang sempit, pihak desa mengajukan tiga nama yang tersedia, termasuk satu pegawai BUMDes.
Becak Listrik Akhirnya Diserahkan ke Penerima
Setelah polemik mereda dan situasi dinilai lebih kondusif, BUMDes Mekar Jaya akhirnya menyerahkan tiga unit becak listrik bantuan Presiden Prabowo kepada para penerima. Daklan bersama dua warga lainnya telah membawa pulang becak listrik tersebut ke rumah masing-masing pada 19 Desember 2025.
Pihak BUMDes menyebut, sejak awal sebenarnya sudah disampaikan bahwa becak tidak langsung dibawa pulang usai penyerahan simbolis. Namun, minimnya sosialisasi dan situasi desa yang sensitif membuat pesan tersebut tidak dipahami dengan baik oleh penerima.
Dengan diserahkannya becak listrik tersebut, polemik yang sempat memanas akhirnya mereda. Daklan kini bisa kembali menggunakan becak listrik bantuannya untuk bekerja dan mencari nafkah.
Pelajaran dari Polemik Becak Listrik di Brebes
Kasus ini menjadi pengingat pentingnya transparansi dan komunikasi dalam penyaluran bantuan pemerintah. Di satu sisi, niat menjaga kondusivitas desa patut diapresiasi. Namun di sisi lain, penerima bantuan juga berhak mendapatkan kejelasan sejak awal agar tidak merasa dirugikan atau dimanfaatkan.
Ke depan, sosialisasi yang lebih terbuka dan pendataan yang tepat sasaran menjadi kunci agar bantuan seperti becak listrik benar-benar memberi manfaat maksimal bagi masyarakat yang membutuhkan.
Kalau kamu tertarik mengikuti perkembangan seputar bantuan sosial, kebijakan pemerintah, dan isu yang sedang ramai diperbincangkan, pantau terus update selanjutnya di AKURAT.CO.
Baca Juga: Penarik Becak 89 Tahun di Jombang Terharu Dapat Becak Listrik dari Presiden Prabowo
FAQ
1. Apa yang terjadi dengan becak listrik bantuan Presiden Prabowo di Brebes?
Becak listrik bantuan Presiden Prabowo yang diterima oleh penarik becak di Desa Padakaton, Brebes, sempat ditarik dan disimpan sementara oleh pihak BUMDes. Hal ini memicu polemik karena penerima merasa becak tersebut tidak langsung bisa digunakan.
2. Siapa penerima becak listrik yang sempat viral di Brebes?
Penerima yang kisahnya ramai diperbincangkan adalah Daklan (57), seorang penarik becak di Desa Padakaton, Kecamatan Ketanggungan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.
3. Mengapa becak listrik bantuan Presiden Prabowo sempat ditarik BUMDes?
BUMDes berdalih penarikan dilakukan untuk menghindari kegaduhan dan kecemburuan sosial di tengah masyarakat, mengingat jumlah becak listrik yang terbatas sementara banyak warga mengajukan diri sebagai penerima.
4. Apakah becak listrik tersebut menjadi milik BUMDes?
Tidak. Pihak BUMDes menegaskan becak listrik tersebut bukan milik BUMDes, melainkan hanya dititipkan sementara di gedung TPS 3R yang memiliki fasilitas penyimpanan memadai.
5. Di mana becak listrik bantuan Presiden Prabowo disimpan selama ditarik?
Becak listrik tersebut disimpan sementara di gedung TPS 3R KSM Sejahtera Bersama yang berada di wilayah Desa Padakaton, Brebes.
6. Apakah semua penerima becak listrik di Desa Padakaton berprofesi sebagai penarik becak?
Tidak. Dari tiga penerima di Desa Padakaton, hanya satu orang yang berprofesi sebagai penarik becak. Dua penerima lainnya diketahui bekerja sebagai buruh dan pegawai BUMDes.
7. Kapan becak listrik bantuan Presiden Prabowo akhirnya diserahkan kembali?
Becak listrik bantuan Presiden Prabowo diserahkan sepenuhnya kepada para penerima pada 19 Desember 2025 setelah situasi di desa dinilai lebih kondusif.
8. Berapa jumlah becak listrik bantuan Presiden Prabowo yang diterima Desa Padakaton?
Desa Padakaton menerima tiga unit becak listrik bantuan dari Presiden Prabowo Subianto.
9. Apa alasan BUMDes tidak langsung membagikan becak listrik kepada penerima?
BUMDes menyebut kurangnya sosialisasi dan situasi desa yang sedang ramai pengaduan bantuan sosial menjadi alasan utama becak listrik tidak langsung dibagikan demi menjaga stabilitas sosial.
10. Apa pelajaran dari polemik becak listrik di Brebes?
Kasus ini menyoroti pentingnya transparansi, komunikasi yang jelas, dan pendataan yang tepat sasaran agar bantuan pemerintah benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat yang membutuhkan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









