Penambahan Rusun Jadi Langkah Tepat untuk Kendalikan Banjir di Jakarta Selatan

AKURAT.CO Usulan penambahan ketersediaan rumah susun (rusun) di Jakarta yang diajukan oleh Sekretaris Komisi D DPRD Jakarta, Habib Muhammad bin Salim Alatas, menjadi langkah yang tepat untuk mendukung program pengendalian banjir di Jakarta Selatan.
Persoalan banjir di Jakarta Selatan tidak bisa dilepaskan dari keberadaan permukiman warga di kawasan rawan banjir dan bantaran sungai. Penyediaan rusun yang memadai, menjadi solusi konkret untuk menata kawasan rawan banjir tanpa mengorbankan hak masyarakat atas hunian yang layak.
"Penambahan rusun sangat penting agar program pengendalian banjir berjalan efektif. Relokasi warga dari kawasan rawan banjir harus dibarengi dengan penyediaan hunian yang manusiawi dan terjangkau," kata Pengamat Kebijakan Publik, Sugiyanto atau yang akrab disapa SGY, saat dihubungi di Jakarta, Selasa (13/1/2026).
Baca Juga: 28 RT dan 6 Ruas Jalan di Jakarta Masih Tergenang Banjir, BPBD Percepat Penanganan
SGY menegaskan, selama ketersediaan rusun masih terbatas, upaya normalisasi sungai, pelebaran saluran air, dan penataan kawasan akan terus menghadapi kendala di lapangan.
Karena itu, dia mendorong Pemprov Jakarta agar lebih serius mengalokasikan anggaran dan lahan untuk pembangunan rusun, khususnya di wilayah Jakarta Selatan.
Dia juga menilai, sinergi antara DPRD Jakarta dan Pemprov Jakarta menjadi kunci keberhasilan program tersebut. Dia berharap, permintaan Komisi D DPRD Jakarta dapat segera ditindaklanjuti agar pengendalian banjir tidak hanya menjadi wacana, tetapi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Baca Juga: Kemhan Percepat Bangun Sumur Bor dan Instalasi RO untuk Warga Terdampak Banjir Aceh Tamiang
"Kalau rusun tersedia cukup, penataan kawasan bisa dilakukan lebih cepat dan risiko banjir bisa ditekan secara signifikan," pungkasnya.
Sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jakarta mencatat wilayah yang masih terlanda banjir hingga Senin (12/1/2026) malam. Hingga pukul 18.00 WIB, banjir tercatat merendam 59 RT dan 30 ruas jalan di Jakarta Barat, Jakarta Selatan, Jakarta Timur dan Jakarta Utara.
"BPBD mencatat saat ini terdapat 59 RT dan 30 ruas jalan tergenang," ujar Kepala Pusat Data dan Informasi BPBD Provinsi Jakarta, Mohamad Yohan, Senin (12/1/2026).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









